Menjaga kesehatan alat reproduksi pria bukan hanya soal menghindari penyakit menular seksual. Kebersihan penis juga perlu diperhatikan sejak anak-anak karena kebiasaan menjaga kebersihan yang baik dapat membantu mengurangi risiko iritasi, peradangan dan infeksi.
Ayah dan Bunda perlu mengajarkan anak laki-laki cara merawat penis sesuai usianya. Bagi pria dewasa, kebiasaan sederhana seperti membersihkan penis secara rutin, mengeringkannya dengan baik dan tidak menggunakan produk yang dapat mengiritasi kulit merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan sehari-hari.
Daftar Isi
ToggleCara Menjaga Kebersihan Penis yang Benar
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan penis.
1. Bersihkan penis setiap hari
Penis perlu dibersihkan secara rutin, terutama saat mandi. Gunakan air bersih untuk membersihkan bagian luar penis dan area di sekitarnya.
Pada pria yang belum disunat, bagian kulup juga perlu diperhatikan. Jika kulup sudah dapat ditarik dengan mudah, tarik secara perlahan, bersihkan bagian bawahnya, kemudian kembalikan kulup ke posisi semula.
NHS menyarankan membersihkan penis secara rutin dengan air hangat. Penggunaan produk yang terlalu keras atau beraroma dapat menyebabkan iritasi pada kulit penis.
2. Jangan memaksa menarik kulup pada anak
Ini penting untuk Ayah dan Bunda yang memiliki anak laki-laki.
Pada bayi dan sebagian anak laki-laki, kulup memang belum dapat ditarik sepenuhnya. Jangan memaksanya hanya untuk membersihkan bagian dalam karena dapat menyebabkan rasa sakit atau luka.
Kulup anak cukup dibersihkan pada bagian luar dengan air. Seiring pertumbuhan, kulup akan semakin mudah bergerak secara alami.
NHS secara khusus menyarankan agar kulup bayi atau anak yang masih melekat tidak ditarik secara paksa karena dapat menimbulkan cedera.
3. Hindari sabun atau pewangi yang dapat mengiritasi
Tidak semua produk kebersihan cocok digunakan pada kulit penis.
Sabun beraroma kuat, shower gel, deodorant khusus area genital, bedak atau produk pewangi dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang. Jika kulit penis menjadi kering, merah, gatal atau terasa perih setelah menggunakan suatu produk, sebaiknya hentikan penggunaannya.
Untuk membersihkan penis sehari-hari, air bersih sudah cukup untuk banyak orang. Jika menggunakan sabun, pilih yang lembut dan tidak berpewangi, lalu bilas sampai bersih.
4. Keringkan penis setelah mandi
Setelah mencuci penis, jangan langsung mengenakan pakaian dalam ketika area tersebut masih basah.
Keringkan dengan lembut menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok terlalu keras karena kulit di area genital cukup sensitif.
Kondisi yang terlalu lembap dapat membuat area genital terasa tidak nyaman dan dapat mendukung munculnya masalah kulit tertentu.
5. Ganti pakaian dalam secara rutin
Pakaian dalam yang bersih membantu menjaga area genital tetap nyaman.
Ayah dan Bunda juga dapat mengajarkan anak untuk mengganti pakaian dalam setiap hari, terutama setelah berkeringat atau melakukan aktivitas fisik. Pilih pakaian yang bersih dan tidak terlalu ketat agar area genital tidak mudah lembap dan mengalami gesekan berlebihan.
6. Cuci tangan sebelum menyentuh penis
Kebersihan penis tidak hanya ditentukan oleh cara mencucinya. Kebersihan tangan juga penting.
Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area genital, terutama setelah menggunakan toilet. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi perpindahan kotoran dan mikroorganisme ke area genital.
Apa yang Terjadi Jika Penis Tidak Dibersihkan dengan Baik?
Kebersihan penis yang kurang baik dapat berhubungan dengan berbagai masalah, salah satunya balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis.
Gejalanya dapat berupa:
- Penis atau kepala penis terlihat merah.
- Gatal atau terasa nyeri.
- Bengkak.
- Muncul bau tidak sedap.
- Keluar cairan dari bawah kulup.
- Nyeri ketika buang air kecil.
- Kulup menjadi sulit ditarik.
Balanitis tidak selalu disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Infeksi jamur, iritasi akibat sabun atau produk tertentu, kondisi kulup yang terlalu ketat, hingga beberapa kondisi kesehatan seperti diabetes juga dapat berperan.
Karena penyebabnya bisa berbeda, pengobatannya juga tidak selalu sama. Jika muncul gejala seperti bengkak, nyeri, perdarahan, cairan yang tidak biasa atau kesulitan buang air kecil, sebaiknya diperiksa oleh dokter.
Bagaimana Menjaga Kebersihan Penis Anak?
Untuk anak laki-laki, perawatan penis perlu disesuaikan dengan perkembangan usianya.
Ayah dan Bunda tidak perlu membersihkan penis anak secara berlebihan. Cukup bersihkan bagian luar penis ketika mandi. Jika anak sudah dapat menarik kulup dengan mudah tanpa rasa sakit, ajarkan untuk membersihkan bagian tersebut dengan lembut dan mengembalikan kulup setelah selesai.
Yang perlu dihindari adalah menarik kulup secara paksa.
Selain itu, anak juga perlu mulai diajarkan kebiasaan sederhana seperti:
- Mencuci penis ketika mandi.
- Membilas sampai bersih.
- Mengeringkan area genital.
- Mengganti pakaian dalam setiap hari.
- Mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
- Memberi tahu Ayah dan Bunda jika penis terasa sakit, gatal atau mengalami perubahan yang tidak biasa.
Kebiasaan ini akan membantu anak belajar bertanggung jawab terhadap kesehatan alat reproduksinya sejak dini.
Apakah Sunat Membantu Menjaga Kebersihan Penis?
Sunat menghilangkan kulup yang menutupi kepala penis sehingga perawatan kebersihan menjadi berbeda dibandingkan penis yang masih memiliki kulup.
WHO dan CDC mencatat bahwa sunat memiliki manfaat kesehatan tertentu, termasuk penurunan risiko tertular HIV melalui hubungan heteroseksual pada populasi dan kondisi tertentu. Namun, sunat bukan pengganti kebiasaan menjaga kebersihan maupun praktik seks yang aman.
Artinya, baik sudah sunat maupun belum, kebersihan penis tetap perlu dijaga.
Jika Ayah dan Bunda sedang mempertimbangkan sunat untuk anak, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga medis dapat membantu menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisi anak. Alfatih Sunat Center merupakan salah satu layanan sunat modern yang menangani anak dengan pendekatan ramah anak, sehingga orang tua dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai kondisi dan kebutuhan anak sebelum tindakan.
Kapan Penis Perlu Diperiksa Dokter?
Tidak semua perubahan pada penis merupakan kondisi serius. Namun, beberapa keluhan sebaiknya tidak diabaikan.
Segera konsultasikan kepada dokter apabila terdapat:
- Nyeri atau bengkak yang menetap.
- Kemerahan yang tidak membaik.
- Keluar cairan atau nanah.
- Bau yang sangat menyengat dan tidak biasa.
- Darah dari penis atau sekitar kulup.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Kesulitan menarik kulup yang sebelumnya dapat ditarik.
- Kulup tertarik ke belakang dan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula.
- Luka atau benjolan yang tidak kunjung membaik.
Khusus pada anak, Ayah dan Bunda sebaiknya tidak mencoba mengatasi masalah kulup dengan menariknya secara paksa. Kondisi seperti fimosis yang menimbulkan masalah perlu dinilai oleh tenaga medis.
Kebiasaan Kecil untuk Kesehatan Alat Reproduksi Pria
Menjaga kesehatan alat reproduksi pria sebenarnya tidak harus rumit. Mulailah dari kebiasaan sehari-hari: menjaga kebersihan penis, menggunakan pakaian dalam yang bersih, menghindari produk yang menyebabkan iritasi dan memperhatikan perubahan pada organ genital.
Bagi Ayah dan Bunda, mengajarkan kebersihan penis kepada anak juga merupakan bagian dari pendidikan kesehatan. Ajarkan secara sederhana sesuai usia, tanpa membuat anak merasa malu ketika bertanya mengenai tubuhnya.
Jika terdapat keluhan seperti nyeri, bengkak, kemerahan, cairan yang tidak normal atau gangguan pada kulup, jangan hanya mengandalkan perawatan sendiri. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.
Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria agar Tetap Sehat
Kesimpulan
Kesehatan alat reproduksi pria dimulai dari kebersihan yang benar. Penis perlu dibersihkan secara rutin, dikeringkan dengan baik dan tidak perlu diberi produk pewangi atau sabun yang dapat menyebabkan iritasi.
Pada anak yang belum disunat, Ayah dan Bunda tidak boleh menarik kulup secara paksa. Jika kulup sudah dapat ditarik dengan mudah, bagian bawahnya dapat dibersihkan secara perlahan lalu dikembalikan ke posisi semula.
Yang tidak kalah penting, kenali tanda-tanda seperti nyeri, bengkak, kemerahan, cairan, bau tidak biasa atau gangguan buang air kecil. Bila muncul keluhan tersebut, pemeriksaan medis merupakan langkah yang lebih tepat daripada mencoba berbagai produk sendiri.




