Manfaat Sunat bagi Kesehatan Reproduksi Pria yang Perlu Diketahui

Manfaat Sunat bagi Kesehatan Reproduksi Pria yang Perlu Diketahui

Sunat bukan hanya berkaitan dengan tradisi atau keagamaan. Dari sisi medis, sunat pada pria juga memiliki sejumlah manfaat terhadap kesehatan saluran kemih dan reproduksi, termasuk membantu menurunkan risiko beberapa infeksi dan masalah pada kulup. Namun, manfaat tersebut tidak berarti sunat dapat mencegah semua penyakit. Kebersihan organ reproduksi, perilaku seksual yang aman, vaksinasi, serta pemeriksaan kesehatan tetap memiliki peran penting.

Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mempertimbangkan sunat untuk anak, memahami manfaatnya dari sisi kesehatan dapat membantu mengambil keputusan dengan informasi yang lebih lengkap.

Apa Itu Sunat?

Sunat atau sirkumsisi adalah tindakan medis untuk mengangkat sebagian atau seluruh kulit yang menutupi kepala penis, yang disebut kulup atau foreskin.

Tindakan ini dapat dilakukan pada bayi, anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Alasan seseorang menjalani sunat juga beragam, mulai dari alasan agama dan budaya sampai alasan medis.

Dalam kondisi tertentu, sunat dapat menjadi bagian dari penanganan masalah seperti fimosis, balanitis yang berulang, balanoposthitis, atau kondisi kulit kulup tertentu. European Association of Urology (EAU) juga mencantumkan sunat sebagai salah satu pilihan pada fimosis yang bergejala dan tidak membaik dengan terapi tertentu, serta pada balanitis xerotica obliterans atau BXO.

Jadi, ketika membicarakan manfaat sunat, penting untuk melihatnya sebagai salah satu bagian dari kesehatan reproduksi pria, bukan sebagai satu-satunya cara menjaga kesehatan organ reproduksi.

1. Membantu Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih

Salah satu manfaat kesehatan yang paling banyak dibahas adalah kaitan sunat dengan infeksi saluran kemih (ISK).

Kulup dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Pada kondisi tertentu, bakteri tersebut dapat berkontribusi terhadap infeksi di sekitar penis dan saluran kemih.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa anak laki-laki yang disunat memiliki risiko ISK yang lebih rendah dibandingkan anak laki-laki yang tidak disunat. American Academy of Pediatrics sebelumnya juga mencatat adanya penurunan risiko ISK terutama pada tahun pertama kehidupan.

Namun, bukan berarti setiap anak yang tidak disunat pasti mengalami ISK. Risiko setiap anak berbeda dan dipengaruhi kondisi saluran kemih serta faktor kesehatan lainnya.

Untuk Ayah dan Bunda, hal yang penting adalah memahami bahwa sunat dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan penurunan risiko ISK, terutama pada kelompok tertentu.

2. Membantu Mencegah Masalah pada Kulup

Masalah pada kulup merupakan salah satu alasan medis seseorang dapat membutuhkan sunat.

Salah satunya adalah fimosis, yaitu kondisi ketika kulup sulit atau tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis karena penyempitan.

Pada anak kecil, kulup yang belum dapat ditarik sepenuhnya sebenarnya dapat merupakan bagian dari perkembangan normal. Karena itu, Ayah dan Bunda tidak dianjurkan menarik kulup anak secara paksa.

EAU menjelaskan bahwa ketidakmampuan menarik kulup, perlengketan kulup dan kondisi seperti ballooning dapat merupakan fase fisiologis sebelum pubertas dan tidak selalu membutuhkan tindakan jika tidak disertai gejala. Penarikan paksa justru dapat menyebabkan luka dan pembentukan jaringan parut.

Jika fimosis sudah menimbulkan masalah, seperti nyeri, gangguan buang air kecil, infeksi berulang atau perubahan jaringan, dokter dapat menentukan pilihan penanganan yang sesuai.

Dalam kondisi tertentu, sunat dapat menjadi pilihan terapi.

3. Mengurangi Risiko Balanitis dan Peradangan pada Penis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis. Jika kulup juga mengalami peradangan, kondisi tersebut dapat disebut balanoposthitis.

Keluhan dapat berupa kemerahan, bengkak, rasa gatal, nyeri atau keluarnya cairan dari sekitar kepala penis dan kulup.

EAU mencatat bahwa balanoposthitis dapat terjadi pada anak yang tidak disunat dan menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan pada kesehatan kulup.

Sunat dapat menghilangkan kulup sehingga beberapa kondisi yang berhubungan dengan kulup menjadi lebih mudah ditangani. Pada kasus tertentu, khususnya peradangan yang berulang atau kondisi patologis tertentu, dokter dapat mempertimbangkan sunat sebagai bagian dari terapi.

Tetapi sekali lagi, tidak semua kemerahan pada penis berarti anak membutuhkan sunat. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

4. Membantu Menurunkan Risiko Beberapa Infeksi Menular Seksual

Manfaat sunat juga berkaitan dengan kesehatan reproduksi ketika seorang pria sudah dewasa dan aktif secara seksual.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bukti dari beberapa uji klinis menunjukkan bahwa sunat pada pria heteroseksual dapat mengurangi risiko tertular HIV melalui hubungan seksual sekitar 50–60% dalam konteks penelitian yang dilakukan di wilayah Afrika dengan epidemi HIV yang tinggi. Sunat juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap beberapa infeksi lain, termasuk HPV genital dan herpes genital.

WHO juga memasukkan voluntary medical male circumcision sebagai salah satu intervensi pencegahan HIV dalam konteks tertentu.

Namun ada hal yang sangat penting untuk dipahami Ayah dan Bunda:

Sunat bukan pengganti kondom, vaksinasi, pemeriksaan kesehatan atau perilaku seksual yang aman.

CDC menegaskan bahwa manfaat sunat terhadap pencegahan HIV bersifat parsial. Karena itu, langkah pencegahan lain tetap diperlukan.

5. Berkaitan dengan Risiko Infeksi HPV

Human papillomavirus atau HPV merupakan salah satu infeksi menular seksual yang sangat umum.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sunat dan penurunan prevalensi HPV genital pada pria. Sebuah meta-analisis yang mencakup 32 penelitian menemukan bahwa pria yang disunat memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami infeksi HPV pada beberapa lokasi penis, terutama bagian glans.

Hal ini menjadi relevan karena beberapa tipe HPV memiliki hubungan dengan kanker tertentu.

Meski begitu, sunat tidak memberikan perlindungan penuh terhadap HPV. Vaksin HPV tetap menjadi salah satu langkah penting dalam pencegahan infeksi HPV.

Jadi, menjaga kesehatan reproduksi pria sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan satu tindakan.

6. Dapat Membantu Menurunkan Risiko Herpes Genital

CDC menyebutkan bahwa uji klinis dan penelitian lanjutan menunjukkan adanya efek perlindungan sunat terhadap herpes genital pada pria heteroseksual.

WHO juga menyebut bahwa sunat medis pada pria dapat memberikan perlindungan parsial jangka panjang terhadap HSV-2, selain terhadap HIV dan HPV.

Perlindungan tersebut sifatnya parsial, bukan berarti seseorang yang sudah disunat tidak mungkin terkena herpes.

Herpes dapat menular melalui kontak kulit, bahkan ketika seseorang tidak sedang melihat adanya luka atau gejala. Karena itu, perilaku seksual yang aman tetap diperlukan.

7. Membantu Mengurangi Masalah yang Berhubungan dengan Fimosis

Fimosis yang patologis dapat menyebabkan berbagai keluhan pada pria, terutama jika kulup mengalami penyempitan dan jaringan parut.

Pada anak, kondisi kulup yang belum dapat ditarik tidak selalu merupakan fimosis patologis. Ini salah satu hal yang sering membuat orang tua khawatir.

Ayah dan Bunda tidak perlu langsung panik ketika kulup anak belum dapat ditarik. Yang lebih penting adalah melihat apakah terdapat gejala seperti nyeri, infeksi berulang, kesulitan buang air kecil atau perubahan jaringan.

EAU merekomendasikan terapi kortikosteroid topikal sebagai terapi awal pada fimosis yang bergejala. Jika kondisi tidak membaik atau terdapat indikasi tertentu, tindakan pembedahan termasuk sunat dapat dipertimbangkan.

Artinya, keputusan sunat karena fimosis sebaiknya dibuat berdasarkan pemeriksaan medis, bukan hanya berdasarkan apakah kulup dapat ditarik atau tidak.

8. Berhubungan dengan Pencegahan Kanker Penis, tetapi Risikonya Memang Rendah

Kanker penis merupakan penyakit yang relatif jarang, sehingga manfaat sunat dalam konteks ini perlu dipahami secara proporsional.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sunat pada masa kanak-kanak atau remaja dengan risiko kanker penis invasif yang lebih rendah. Salah satu meta-analisis menemukan adanya hubungan protektif, meskipun sebagian efek tersebut dapat berkaitan dengan rendahnya risiko fimosis.

NHS juga menjelaskan bahwa fimosis merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker penis, sementara sebagian kanker penis berhubungan dengan tipe HPV tertentu.

Jadi, bukan berarti sunat membuat seseorang kebal dari kanker penis. Pencegahan tetap membutuhkan kebersihan genital, vaksinasi HPV sesuai rekomendasi, tidak merokok dan pemeriksaan ketika muncul kelainan pada penis.

Apakah Sunat Berpengaruh pada Fungsi Seksual Pria?

Ini menjadi pertanyaan yang cukup sering muncul ketika membahas kesehatan reproduksi pria.

Berdasarkan systematic review yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine, penelitian dengan kualitas lebih tinggi tidak menemukan bukti bahwa sunat secara keseluruhan memberikan dampak buruk terhadap fungsi seksual, sensitivitas penis, gairah seksual, fungsi ereksi, orgasme atau kepuasan seksual.

Penelitian yang lebih baru juga terus mengevaluasi hubungan antara sunat dan fungsi seksual. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada 2025 menemukan adanya kemungkinan perbedaan pada beberapa aspek fungsi seksual, tetapi penulis menekankan adanya heterogenitas antarpenelitian sehingga hasilnya tetap perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

Dengan kata lain, klaim bahwa sunat pasti menyebabkan gangguan seksual tidak didukung secara konsisten oleh bukti ilmiah. Tetapi sebaliknya, sunat juga tidak seharusnya dipromosikan sebagai cara untuk meningkatkan performa seksual.

Apakah Sunat Membuat Pria Pasti Lebih Subur?

Tidak ada dasar untuk mengatakan bahwa sunat secara langsung membuat seorang pria menjadi lebih subur.

Kesuburan pria dipengaruhi banyak faktor, termasuk produksi dan kualitas sperma, hormon, fungsi testis, saluran reproduksi, gaya hidup serta berbagai kondisi medis.

Manfaat sunat terhadap kesehatan reproduksi lebih banyak berkaitan dengan penurunan risiko infeksi tertentu dan penanganan masalah pada kulup, bukan sebagai terapi untuk meningkatkan jumlah atau kualitas sperma.

Ini penting supaya Ayah dan Bunda tidak mudah percaya pada klaim bahwa sunat dapat meningkatkan kesuburan secara langsung.

Apakah Sunat Bisa Menggantikan Kebersihan Organ Reproduksi?

Tidak.

Walaupun tanpa kulup beberapa bagian penis menjadi lebih mudah dibersihkan, pria yang sudah disunat tetap perlu menjaga kebersihan organ reproduksinya.

Kebiasaan sederhana seperti mandi secara teratur, membersihkan penis, mengganti pakaian dalam secara rutin dan segera memeriksakan diri jika terdapat luka, benjolan, nyeri, cairan yang tidak normal atau perubahan pada kulit penis tetap penting.

Untuk anak yang belum disunat, Ayah dan Bunda juga tidak perlu memaksakan kulup ditarik. Ikuti perkembangan alami kulup dan konsultasikan kepada dokter jika muncul keluhan.

Kapan Ayah dan Bunda Perlu Membawa Anak ke Dokter?

Tidak semua kondisi penis membutuhkan sunat. Namun, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan jika anak mengalami:

  • Kulup terasa sangat sempit dan menimbulkan keluhan.
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Sulit buang air kecil.
  • Infeksi atau peradangan berulang.
  • Penis atau kulup sering bengkak.
  • Keluar cairan yang tidak normal.
  • Kulup tertarik ke belakang dan tidak dapat kembali menutupi kepala penis.
  • Terdapat jaringan parut atau perubahan bentuk pada kulup.

Khusus jika kulup tertarik ke belakang dan tidak dapat dikembalikan, kondisi tersebut dapat merupakan parafimosis dan membutuhkan penanganan medis segera.

EAU menempatkan parafimosis sebagai kondisi yang perlu ditangani, sedangkan kondisi tertentu seperti BXO atau fimosis yang tidak respons terhadap terapi dapat menjadi indikasi tindakan sunat.

Jadi, Apa Manfaat Sunat bagi Kesehatan Reproduksi Pria?

Jika dirangkum, manfaat sunat yang memiliki dukungan bukti medis antara lain:

  1. Membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada masa awal kehidupan.
  2. Mengurangi masalah tertentu pada kulup, termasuk fimosis patologis pada kondisi yang sesuai.
  3. Membantu menangani balanitis atau balanoposthitis yang berulang pada kasus tertentu.
  4. Menurunkan risiko beberapa infeksi menular seksual, termasuk HIV pada pria heteroseksual dalam konteks tertentu.
  5. Berhubungan dengan penurunan risiko infeksi HPV genital.
  6. Memberikan perlindungan parsial terhadap herpes genital.
  7. Berhubungan dengan risiko kanker penis yang lebih rendah, meskipun kanker penis sendiri jarang.
  8. Tidak terbukti secara konsisten menyebabkan penurunan fungsi seksual pria.

Yang perlu digarisbawahi, besarnya manfaat dapat berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, lingkungan, prevalensi penyakit dan karakteristik populasi. Karena itu, informasi mengenai manfaat sunat sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan konsultasi medis.

Sunat Anak Sebaiknya Dilakukan dengan Pertimbangan yang Matang

Bagi Ayah dan Bunda, memilih waktu dan tempat sunat bukan hanya soal mencari tindakan yang cepat. Yang tidak kalah penting adalah memastikan anak ditangani oleh tenaga medis yang kompeten, menggunakan prosedur yang sesuai, memperhatikan pengendalian nyeri, kebersihan serta memberikan penjelasan mengenai perawatan setelah tindakan.

Di Alfatih Sunat Center, pendekatan layanan juga menempatkan kenyamanan anak dan pendampingan orang tua sebagai bagian dari pengalaman sunat. Informasi mengenai kondisi anak, usia, riwayat kesehatan dan kebutuhan khusus sebaiknya disampaikan terlebih dahulu kepada tenaga medis agar metode dan tindakan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Pada akhirnya, sunat adalah keputusan yang perlu dilakukan dengan informasi yang benar. Ayah dan Bunda tidak perlu terburu-buru mengikuti tren atau klaim kesehatan yang belum jelas sumbernya. Jika anak memiliki keluhan pada penis atau kulup, pemeriksaan dokter merupakan langkah yang lebih tepat untuk mengetahui apakah diperlukan tindakan atau cukup dilakukan pemantauan.

Baca juga: Sunat dan Kesehatan Reproduksi Pria: Apa Hubungannya?

Kesimpulan

Manfaat sunat bagi kesehatan reproduksi pria terutama berkaitan dengan penurunan risiko beberapa infeksi, pencegahan masalah tertentu pada kulup, serta perlindungan parsial terhadap beberapa infeksi menular seksual. Bukti medis juga menunjukkan bahwa sunat tidak secara konsisten dikaitkan dengan gangguan fungsi seksual.

Namun, sunat bukan berarti seorang pria otomatis terbebas dari penyakit reproduksi. Menjaga kebersihan organ genital, mendapatkan vaksinasi yang sesuai, melakukan hubungan seksual yang aman dan memeriksakan keluhan sejak dini tetap merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi.

Bagi Ayah dan Bunda yang sedang mempertimbangkan sunat untuk ananda, utamakan informasi medis yang dapat dipertanggungjawabkan dan konsultasikan kondisi anak kepada tenaga kesehatan sebelum menentukan tindakan.

Bagikan :