Menghabiskan waktu bersama anak tidak harus selalu dengan kegiatan yang mahal atau pergi ke tempat tertentu. Justru, aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin bersama Ayah dan Bunda dapat membantu mendukung perkembangan anak, mulai dari kemampuan bahasa, motorik, sosial, hingga emosional.
UNICEF menekankan bahwa anak membutuhkan pengasuhan yang responsif, termasuk berbicara, bernyanyi dan bermain bersama orang tua. Interaksi seperti ini membantu menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar dan perkembangan anak.
Lalu, apa saja aktivitas yang sebaiknya dilakukan bersama si kecil setiap hari?
Daftar Isi
Toggle1. Ajak Si Kecil Bermain Aktif
Bermain bukan sekadar mengisi waktu luang. Anak membutuhkan aktivitas fisik untuk membantu perkembangan tubuh sekaligus menjaga kebugarannya.
Ayah dan Bunda bisa mengajak anak berjalan santai, bermain bola, berlari kecil, menari, bersepeda atau bermain di halaman rumah. Untuk anak usia 1–4 tahun, WHO merekomendasikan setidaknya 180 menit aktivitas fisik dalam berbagai bentuk sepanjang hari.
Tidak perlu menunggu waktu khusus, bermain aktif bisa dilakukan di sela-sela rutinitas harian.
2. Membaca Buku Bersama
Luangkan waktu beberapa menit untuk membaca buku bersama. Tidak harus buku yang panjang, buku bergambar juga bisa menjadi pilihan.
Saat membaca, Ayah dan Bunda dapat menunjuk gambar sambil bertanya, “Ini gambar apa?” atau “Menurut kamu setelah ini bagaimana?”
Kegiatan sederhana ini membantu anak belajar kosakata, memahami cerita dan berkomunikasi. UNICEF juga menganjurkan orang tua untuk membaca bersama anak dan mengajak mereka berbicara tentang apa yang dilihat.
3. Ngobrol dan Dengarkan Cerita Anak
Jangan hanya bertanya tentang nilai atau kegiatan sekolah. Cobalah tanyakan hal sederhana seperti apa yang membuatnya senang hari ini, siapa teman yang bermain bersamanya atau apa yang ingin dilakukan besok.
Berikan kesempatan anak untuk bercerita sampai selesai. Pada anak yang masih kecil, Ayah dan Bunda bisa merespons suara atau ocehannya dengan kata-kata sederhana.
Interaksi dua arah seperti ini merupakan bagian dari pengasuhan responsif yang membantu perkembangan bahasa dan kemampuan sosial anak.
4. Libatkan Anak dalam Pekerjaan Rumah
Pekerjaan rumah ternyata bisa menjadi aktivitas belajar. Anak dapat diajak merapikan mainan, memasukkan pakaian ke tempatnya, mencuci buah atau membantu menyiapkan makanan sesuai usia.
Tidak perlu berharap hasilnya langsung sempurna. Yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba dan merasa dirinya ikut berperan dalam keluarga.
CDC juga menyarankan aktivitas sederhana seperti melibatkan anak dalam menyiapkan makanan sebagai bagian dari proses belajar sehari-hari.
5. Sediakan Waktu Tanpa Gadget
Ayah dan Bunda juga perlu menyediakan waktu dimana seluruh anggota keluarga meletakkan gadget.
Misalnya saat makan malam, bermain bersama atau menjelang tidur. American Academy of Pediatrics merekomendasikan keluarga membuat waktu dan tempat bebas layar agar anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk tidur, bergerak, membaca, bermain dan berinteraksi langsung dengan keluarga.
Untuk anak kecil, mengganti waktu layar dengan bermain atau membaca bersama biasanya lebih bermanfaat daripada sekadar melarang gadget tanpa memberikan aktivitas pengganti.
6. Buat Rutinitas Sebelum Tidur
Sebelum tidur, lakukan kegiatan yang tenang dan berulang setiap malam. Misalnya mandi, menggosok gigi, memakai pakaian tidur, membaca buku lalu mengucapkan doa bersama.
Rutinitas yang konsisten membantu anak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya dan membuat suasana sebelum tidur menjadi lebih tenang. American Academy of Pediatrics menyebut rutinitas makan, bermain dan tidur dapat membantu anak memiliki pola harian yang lebih teratur.
Untuk anak usia di bawah 5 tahun, WHO juga menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas fisik, waktu sedentari dan tidur dalam satu hari.
Baca juga: Stimulasi Anak untuk Mendukung Tumbuh Kembang
Tidak Perlu Sempurna, yang Penting Konsisten
Ayah dan Bunda tidak harus melakukan keenam aktivitas tersebut dalam waktu lama. Yang terpenting adalah adanya waktu berkualitas dan interaksi langsung setiap hari.
Bermain selama beberapa menit, membaca satu buku, mendengarkan cerita anak atau makan bersama tanpa gadget mungkin terlihat sederhana. Namun jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian penting dari tumbuh kembang si kecil.
Jadi, daripada mencari aktivitas yang rumit, mulai saja dari kegiatan sederhana yang bisa dilakukan bersama di rumah hari ini.




