Cuaca sedang kurang bersahabat, anak bosan di rumah, atau Ayah dan Bunda sedang ingin mengurangi waktu bermain gadget? Tenang, ada banyak ide bermain bersama anak di dalam rumah yang sederhana dan tidak membutuhkan mainan mahal.
Bermain bukan sekadar membuat anak senang. Melalui permainan, anak dapat belajar berkomunikasi, mengenal emosi, melatih kreativitas, bergerak aktif, sekaligus membangun kedekatan dengan orang tua. UNICEF juga menjelaskan bahwa bermain membantu anak mengembangkan berbagai keterampilan, termasuk bahasa, motorik, sosial, kognitif, dan kreativitas.
Berikut 5 permainan yang bisa Ayah dan Bunda coba di rumah.
Daftar Isi
Toggle1. Berburu Harta Karun
Tidak perlu menyiapkan harta karun sungguhan. Ayah dan Bunda bisa menyembunyikan mainan, buku, atau benda aman di beberapa sudut rumah.
Buat petunjuk sederhana seperti, “Cari benda di tempat yang biasanya dipakai untuk duduk”. Anak kemudian mengikuti petunjuk sampai menemukan benda yang disembunyikan.
Permainan ini dapat menjadi cara menyenangkan untuk melatih kemampuan memecahkan masalah dan berpikir logis. UNICEF juga memasukkan permainan treasure hunt sebagai salah satu aktivitas yang dapat membantu mengembangkan kemampuan problem solving dan berpikir kritis.
2. Tebak Gerakan dan Suara
Pilih beberapa hewan yang sudah dikenal anak. Ayah atau Bunda menirukan gerakan dan suaranya, lalu biarkan anak menebak.
Setelah itu, giliran anak yang menjadi “pemain” dan orang tua yang menebak.
Permainan sederhana seperti ini bisa menjadi aktivitas untuk melatih kemampuan bahasa, imajinasi, serta interaksi dua arah. UNICEF juga merekomendasikan permainan tebak hewan sebagai salah satu aktivitas tanpa layar untuk anak.
Yang penting, jangan terlalu cepat memberi jawaban. Beri anak waktu untuk berpikir dan menjawab.
3. Membuat Benteng dari Bantal
Siapkan beberapa bantal, selimut dan kursi yang kokoh. Bersama anak, buat benteng kecil di ruang keluarga.
Setelah selesai, benteng tersebut bisa dijadikan tempat membaca buku, bermain peran, atau sekadar tempat berkumpul sambil bercerita.
Ayah dan Bunda juga bisa membiarkan anak menentukan bentuk bentengnya sendiri. Tidak harus rapi. Justru proses membuatnya adalah bagian dari permainan.
Aktivitas seperti ini memberi kesempatan kepada anak untuk menggunakan imajinasi dan mengambil keputusan sendiri.
4. Membuat Cerita Bergambar
Ambil beberapa lembar kertas dan alat gambar. Minta anak menggambar tokoh atau benda yang mereka sukai.
Setelah itu, Ayah dan Bunda bisa membantu membuat cerita berdasarkan gambar tersebut.
Misalnya anak menggambar seekor kucing. Bunda dapat bertanya, “Kucingnya sedang pergi ke mana?” atau “Siapa yang dia temui?”
Cara bermain seperti ini membuat percakapan menjadi lebih aktif. Interaksi bolak-balik antara anak dan orang tua, yang dikenal sebagai serve and return, berperan penting dalam perkembangan kemampuan bahasa dan sosial anak.
5. Tantangan Gerak di Dalam Rumah
Bermain di rumah tidak harus selalu duduk. Ayah dan Bunda bisa membuat lintasan sederhana menggunakan bantal atau benda yang aman.
Contohnya, anak berjalan mengikuti garis, melompat melewati bantal, merangkak di bawah meja yang aman, kemudian berjalan kembali ke titik awal.
Sesuaikan tantangan dengan usia dan kemampuan anak. Pastikan area permainan bebas dari benda tajam, lantai tidak licin, dan anak tetap dalam pengawasan orang dewasa.
Aktivitas fisik juga penting bagi anak. WHO merekomendasikan anak usia 1–2 tahun dan 3–4 tahun melakukan aktivitas fisik setidaknya 180 menit sepanjang hari dalam berbagai bentuk aktivitas.
Baca juga:
Tidak Perlu Permainan yang Mahal
Ayah dan Bunda tidak harus membeli mainan baru agar anak bisa bermain dengan menyenangkan. Kardus, kertas, bantal, buku, selimut, atau benda rumah tangga yang aman bisa menjadi bahan permainan.
Yang sering kali lebih penting justru keterlibatan orang tua. Saat Ayah dan Bunda ikut bermain, mendengarkan cerita anak, merespons pertanyaannya dan mengikuti imajinasinya, momen tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sekaligus mendukung perkembangan anak.
Jadi, kalau si kecil mulai berkata “Bunda, aku bosan”, jangan buru-buru memberikan gadget. Coba pilih salah satu permainan di atas. Bisa jadi permainan sederhana bersama Ayah dan Bunda justru menjadi kegiatan yang paling ia ingat.




