Pertimbangkan Asah Kemampuan Motorik Halus Bayi dengan Permainan Sederhana

Pertimbangkan Asah Kemampuan Motorik Halus Bayi dengan Permainan Sederhana

Melihat bayi mulai meraih benda, menggenggam mainan atau memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya mungkin terlihat seperti aktivitas biasa. Padahal, dari kegiatan sederhana tersebut, bayi sedang belajar menggunakan tangan dan jarinya.

Kemampuan menggunakan otot kecil pada tangan, jari dan pergelangan tangan dikenal sebagai motorik halus. Kemampuan ini berkembang secara bertahap dan dapat dirangsang melalui permainan sederhana bersama Ayah dan Bunda.

Menurut UNICEF, bermain membantu bayi mengeksplorasi lingkungan, berlatih berbagai kemampuan dan membangun hubungan dengan orang yang merawatnya. Karena itu, stimulasi tidak selalu membutuhkan mainan mahal atau aktivitas yang rumit.

Mengapa Motorik Halus Bayi Perlu Distimulasi?

Motorik halus nantinya berkaitan dengan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti mengambil makanan, memegang sendok, membuka benda, menggambar dan melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata.

Perkembangan setiap bayi juga tidak selalu sama. CDC menjelaskan bahwa milestone merupakan kemampuan yang biasanya sudah dapat dilakukan oleh sebagian besar anak pada usia tertentu, sehingga milestone dapat menjadi salah satu acuan untuk memantau perkembangan, bukan perlombaan antar anak.

Permainan Sederhana untuk Melatih Motorik Halus Bayi

Ayah dan Bunda bisa mencoba beberapa aktivitas berikut sesuai usia dan kemampuan bayi.

1. Ajak Bayi Meraih Mainan

Letakkan mainan yang aman dalam jarak yang masih bisa dijangkau bayi. Arahkan mainan secara perlahan agar bayi tertarik meraihnya.

UNICEF menyebut aktivitas meraih benda sebagai permainan sederhana yang dapat membantu bayi berlatih membuka dan menutup tangan. Ayah dan Bunda juga dapat memindahkan benda dari sisi kanan ke kiri agar bayi berkesempatan menggunakan kedua tangannya.

2. Bermain dengan Benda Bertekstur

Kain lembut, buku kain atau mainan bayi dengan tekstur berbeda dapat menjadi media eksplorasi. Biarkan bayi menyentuh dan menggenggam benda tersebut sambil Ayah atau Bunda menyebutkan teksturnya.

Selain melatih penggunaan tangan, aktivitas ini memberikan pengalaman sensorik yang berbeda bagi bayi.

3. Bermain Memindahkan Benda

Ketika bayi mulai mampu menggenggam dengan lebih baik, berikan benda yang aman untuk dipindahkan dari satu tangan ke tangan lainnya.

Pada usia sekitar 9 bulan, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain termasuk salah satu kemampuan yang biasanya mulai terlihat.

4. Bermain Masuk dan Keluar

Gunakan wadah yang cukup besar dan benda yang aman untuk bayi. Tunjukkan cara memasukkan benda ke dalam wadah kemudian mengeluarkannya kembali.

Permainan seperti ini dapat membantu bayi berlatih menggenggam sekaligus memahami hubungan antara tindakan dan hasilnya. UNICEF juga merekomendasikan aktivitas memasukkan dan mengeluarkan benda sebagai salah satu permainan untuk mendukung perkembangan motorik halus.

5. Membaca Buku Bergambar

Membaca bersama bukan hanya tentang mengenalkan kata. Ayah dan Bunda bisa memberikan kesempatan kepada bayi untuk menyentuh halaman buku bayi, menunjuk gambar atau mencoba membalik halaman dengan bantuan.

UNICEF Indonesia juga menyarankan orang tua membacakan buku bergambar dan menyebutkan nama benda yang menarik perhatian bayi untuk mendukung perkembangan bahasa dan komunikasi.

Jangan Lupakan Keamanan Saat Bayi Bermain

Bayi pada tahap tertentu senang memasukkan benda ke dalam mulut. Karena itu, Ayah dan Bunda perlu memastikan benda yang digunakan berukuran aman dan tidak memiliki bagian kecil yang mudah terlepas.

Jangan memberikan benda kecil kepada bayi tanpa pengawasan. Pastikan juga area bermain bebas dari benda tajam, mudah pecah, obat-obatan dan bahan berbahaya.

CDC menganjurkan orang tua menyediakan tempat yang aman bagi bayi untuk mengeksplorasi dan melakukan baby-proofing di rumah.

Selain itu, stimulasi sebaiknya dilakukan dalam suasana menyenangkan. Tidak perlu memaksa bayi menyelesaikan permainan tertentu. Jika bayi terlihat lelah, lapar atau tidak tertarik, Ayah dan Bunda dapat mencoba kembali di waktu lain.

Baca juga: Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Memilih Mainan untuk Bayi

Bermain Tidak Harus Lama, yang Penting Konsisten

WHO merekomendasikan bayi untuk aktif beberapa kali dalam sehari melalui berbagai bentuk permainan, terutama aktivitas interaktif di lantai. Untuk bayi yang belum banyak bergerak, tummy time saat terjaga juga menjadi bagian penting dari aktivitas fisik hariannya.

Jadi, Ayah dan Bunda tidak perlu mencari aktivitas yang sulit. Mengajak bayi meraih mainan, menggenggam kain, memindahkan benda atau membaca buku bersama sudah dapat menjadi bagian dari stimulasi sehari-hari.

Jika Ayah dan Bunda merasa ada kemampuan perkembangan yang belum muncul atau terdapat kekhawatiran mengenai perkembangan bayi, jangan ragu mendiskusikannya dengan dokter atau tenaga kesehatan. Pemantauan perkembangan secara berkala dapat membantu memastikan si kecil mendapatkan dukungan yang sesuai kebutuhannya.

Bagikan :