Memilih mainan untuk bayi bukan hanya soal bentuk yang lucu atau warna yang menarik. Ayah dan Bunda perlu memastikan mainan tersebut aman, sesuai usia, dan bisa mendukung bayi belajar melalui aktivitas bermain.
Bayi juga punya kebiasaan memasukkan benda ke mulut. Karena itu, ukuran, bahan, bagian kecil, hingga cara penggunaan mainan perlu diperhatikan sebelum dibeli.
Berikut 5 hal penting yang bisa Ayah dan Bunda pertimbangkan.
Daftar Isi
Toggle1. Sesuaikan dengan usia bayi
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah rekomendasi usia pada kemasan. Mainan yang cocok untuk bayi usia 3 bulan belum tentu sesuai untuk bayi 9 bulan.
Rekomendasi usia membantu orang tua menilai apakah mainan tersebut aman dan sesuai dengan kemampuan bayi pada tahap perkembangannya. American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyarankan agar mainan dipilih berdasarkan usia, kemampuan dan cara bayi akan menggunakannya.
Jadi, jangan hanya memilih mainan karena terlihat menarik ya Ayah dan Bunda.
2. Hindari bagian kecil yang mudah terlepas
Bayi senang menggenggam, menggigit dan memasukkan benda ke dalam mulut. Mainan dengan bagian kecil yang mudah lepas dapat menjadi risiko tersedak.
Periksa apakah ada mata boneka, kancing, roda kecil, manik-manik atau komponen lain yang bisa terlepas. CPSC juga menyarankan agar mainan dengan bagian kecil dijauhkan dari anak kecil yang berisiko memasukkannya ke mulut.
Sebelum diberikan kepada bayi, coba periksa mainan secara menyeluruh dan ulangi pemeriksaan setelah beberapa kali digunakan.
3. Perhatikan baterai dan magnet
Mainan elektronik memang terlihat menarik karena memiliki suara atau lampu. Tetapi Ayah dan Bunda perlu memastikan tempat baterainya benar-benar tertutup dan tidak mudah dibuka.
Baterai kancing atau button battery sangat berbahaya apabila tertelan. Menurut CPSC, baterai jenis ini dapat menyebabkan kerusakan serius pada saluran cerna dalam waktu yang singkat.
Mainan yang memiliki magnet kecil juga perlu diwaspadai. Jika magnet tertelan lebih dari satu, magnet dapat saling menarik di dalam saluran pencernaan dan menyebabkan cedera serius.
4. Pilih mainan yang sesuai dengan tahap perkembangan
Mainan tidak harus mahal atau memiliki banyak fitur. Yang lebih penting adalah apakah mainan tersebut memberi kesempatan bayi untuk bergerak, menggenggam, melihat, mendengar dan berinteraksi.
Pada usia sekitar 6 bulan, misalnya, bayi mulai banyak mengeksplorasi benda dengan tangan dan belajar hubungan sebab-akibat. CDC menyarankan aktivitas bermain di lantai dan memberikan mainan yang aman untuk membantu bayi bergerak, belajar dan mengeksplorasi.
Ketika usia bertambah, Ayah dan Bunda bisa memberikan mainan yang mendorong bayi mengambil benda, memasukkan benda ke wadah, menyusun atau mencari benda yang disembunyikan. Aktivitas sederhana seperti ini dapat menjadi bagian dari proses belajar sehari-hari.
5. Jangan lupa perhatikan cara bermain dan pengawasannya
Mainan yang aman tetap perlu digunakan dengan cara yang tepat. Ayah dan Bunda sebaiknya mendampingi bayi ketika bermain, terutama jika mainan memiliki bagian yang perlu diawasi.
Selain itu, periksa kondisi mainan secara rutin. Jika terdapat bagian yang pecah, retak, terlepas atau baterainya mudah diakses, sebaiknya jangan diberikan kepada bayi lagi.
Untuk mainan yang digunakan di tempat tidur bayi, perhatian khusus juga diperlukan. AAP mengingatkan bahwa benda atau mainan tertentu yang berada di dalam tempat tidur dapat meningkatkan risiko terjerat atau sesak. Mainan gantung juga perlu dijauhkan dari jangkauan dan dilepas ketika bayi mulai mampu mendorong tubuh dengan tangan dan lutut atau saat berusia sekitar 5 bulan, mana yang lebih dulu.
Baca juga: Bermain Air di Rumah Semakin Menyenangkan dengan Cara Ini
Mainan terbaik tidak selalu yang paling mahal
Pada akhirnya, Ayah dan Bunda tidak perlu mengejar mainan yang paling mahal atau paling banyak fiturnya. Mainan sederhana yang aman dan sesuai tahap perkembangan justru bisa memberikan kesempatan bagi bayi untuk bereksplorasi.
Yang tidak kalah penting, luangkan waktu untuk bermain bersama. Interaksi dengan Ayah dan Bunda membantu bayi belajar melalui suara, sentuhan, gerakan dan respons dari orang di sekitarnya. CDC menekankan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan anak melalui interaksi dan aktivitas bersama.
Jadi sebelum membeli mainan untuk bayi, ingat kembali lima hal tadi: sesuai usia, tidak memiliki bagian kecil yang berbahaya, aman dari baterai dan magnet, mendukung perkembangan, serta digunakan dengan pengawasan yang tepat.
Referensi
- American Academy of Pediatrics – HealthyChildren.org, How to Buy Safe Toys.
- American Academy of Pediatrics – HealthyChildren.org, Toy Buying Tips for Babies & Young Children.
- U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC), Toys.
- U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC), Button Cell and Coin Batteries.
- U.S. Consumer Product Safety Commission (CPSC), Child Safety – The Hidden Dangers of Magnets.
- CDC, Milestones by 6 Months dan Milestones by 1 Year.




