Bermain Air di Rumah Semakin Menyenangkan dengan Cara Ini

Bermain Air di Rumah Semakin Menyenangkan dengan Cara Ini

Bermain air di rumah bisa menjadi aktivitas sederhana yang membuat anak senang. Tidak harus pergi ke kolam renang, Ayah dan Bunda bisa menyiapkan permainan air di halaman, teras, atau area rumah yang aman.

Selain menyenangkan, bermain air juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk bergerak, mengeksplorasi benda di sekitarnya dan bermain bersama orang tua. Namun, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: anak harus selalu diawasi ketika bermain dengan air.

Lalu, bagaimana membuat bermain air di rumah lebih seru dan tetap aman?

1. Siapkan Wadah Air dan Mainan Sederhana

Ayah dan Bunda tidak perlu menyiapkan permainan yang mahal. Gunakan baskom atau kolam bermain kecil yang sesuai dengan usia anak.

Tambahkan beberapa mainan seperti gelas plastik, gayung kecil, bola, spons atau wadah dengan berbagai ukuran. Biarkan si kecil mencoba menuang, mengisi dan memindahkan air dari satu wadah ke wadah lainnya.

Aktivitas sederhana seperti ini membuat anak belajar mengenal konsep penuh-kosong, berat-ringan dan banyak-sedikit sambil bermain.

2. Buat Permainan Memindahkan Air

Ajak anak memindahkan air menggunakan spons atau gelas plastik. Misalnya, Ayah dan Bunda bisa menyediakan dua wadah, kemudian minta anak memindahkan air dari wadah pertama ke wadah kedua.

Permainan ini bisa melatih koordinasi antara mata dan tangan. Supaya lebih menarik, buat tantangan kecil seperti siapa yang berhasil mengisi wadah sampai batas tertentu tanpa menumpahkan terlalu banyak air.

3. Bermain dengan Warna

Untuk anak yang sudah cukup besar, Ayah dan Bunda bisa membuat permainan mengenal warna menggunakan benda-benda yang aman untuk anak.

Masukkan beberapa benda berwarna ke dalam wadah air, kemudian minta si kecil mengelompokkan benda berdasarkan warna atau mencari warna tertentu.

Pastikan bahan yang digunakan memang aman dan tidak mudah tertelan, terutama jika anak masih kecil.

4. Bermain Air Sambil Belajar

Bermain air tidak harus selalu sekadar basah-basahan. Ayah dan Bunda dapat menyelipkan kegiatan belajar sederhana.

Contohnya, ajak anak menghitung jumlah mainan yang dimasukkan ke dalam air, membandingkan wadah mana yang lebih besar atau mengamati benda yang mengapung dan tenggelam.

Dengan cara ini, anak tetap bermain tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar dari lingkungan di sekitarnya.

5. Buat Area Bermain yang Tidak Licin

Sebelum bermain, pilih area yang aman dan tidak mudah membuat anak terpeleset. Air yang tumpah di lantai keramik bisa membuat permukaan menjadi licin.

Gunakan alas bermain yang memiliki daya cengkeram baik bila diperlukan. Setelah selesai, segera buang genangan air dan rapikan perlengkapan bermain.

6. Jangan Lepaskan Pengawasan

Bagian ini paling penting. Bermain air di rumah tetap memiliki risiko tenggelam, meskipun airnya terlihat sedikit.

CDC menyebutkan bahwa tenggelam dapat terjadi dalam hitungan detik dan sering kali berlangsung tanpa suara. Anak usia 1–4 tahun juga termasuk kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap kejadian tenggelam.

American Academy of Pediatrics juga merekomendasikan pengawasan dekat dan terus-menerus ketika anak berada di dalam atau dekat air. Untuk anak kecil, orang dewasa sebaiknya berada dalam jangkauan tangan.

Jadi, jangan meninggalkan anak hanya karena bermain menggunakan baskom kecil, ember atau kolam bermain. Hindari juga bermain sambil Ayah atau Bunda sibuk menggunakan ponsel.

7. Setelah Bermain, Kosongkan Semua Wadah

Setelah selesai bermain, segera kosongkan baskom, kolam bermain, ember dan wadah lain yang berisi air.

CPSC mengingatkan bahwa anak kecil dapat tenggelam di berbagai sumber air yang ada di rumah, termasuk bak mandi dan ember. Karena itu, wadah berisi air sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja ketika sudah tidak digunakan.

Baca juga: Melatih Kemampuan Mendengar Si Kecil Melalui Kegiatan Menarik

Bermain Air Bisa Seru, Asalkan Tetap Aman

Bermain air di rumah bisa menjadi kegiatan yang murah, sederhana dan menyenangkan untuk mengisi waktu bersama si kecil. Ayah dan Bunda bisa membuat berbagai permainan menggunakan benda yang tersedia di rumah.

Yang terpenting bukan seberapa banyak perlengkapan yang digunakan, tetapi bagaimana anak bisa bermain dengan aman dan mendapatkan pengalaman baru.

Jadi, siapkan air secukupnya, pilih area yang aman, ikut bermain bersama si kecil dan jangan lupa tetap mengawasinya sepanjang waktu. Dengan begitu, waktu bermain air bukan hanya membuat anak senang, tetapi juga menjadi momen berkualitas bersama Ayah dan Bunda.

Bagikan :