Kemampuan mendengar merupakan salah satu bagian penting dalam perkembangan komunikasi anak. Sebelum si kecil mampu berbicara dengan jelas, ia lebih dulu belajar mengenali suara, mendengarkan kata-kata, lalu memahami maksud dari komunikasi di sekitarnya.
Karena itu, Ayah dan Bunda bisa membantu melatih kemampuan mendengar anak melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan. Tidak perlu alat khusus, kegiatan sehari-hari di rumah pun bisa menjadi kesempatan untuk belajar.
Daftar Isi
ToggleMengapa Kemampuan Mendengar Penting bagi Anak?
Mendengar bukan hanya tentang bisa menangkap suara. Anak juga perlu belajar memperhatikan, memahami, dan merespons apa yang didengarnya.
Interaksi dua arah antara orang tua dan anak, seperti berbicara, bermain, bernyanyi, dan merespons suara anak, dapat mendukung perkembangan komunikasi serta kemampuan sosialnya. UNICEF juga menekankan bahwa bermain dan berkomunikasi secara responsif membantu perkembangan bahasa, kognitif, dan sosial-emosional anak.
Kegiatan Menarik untuk Melatih Kemampuan Mendengar Si Kecil
1. Bermain Tebak Suara
Ayah atau Bunda bisa membuat suara dari benda yang ada di rumah, misalnya mengetuk gelas, menggoyangkan botol berisi beras, atau membunyikan kunci.
Minta si kecil menebak sumber suara tersebut. Setelah itu, tunjukkan bendanya agar anak dapat menghubungkan suara dengan sumbernya.
2. Bernyanyi Bersama
Pilih lagu anak yang sederhana dan mudah diikuti. Nyanyikan bersama sambil melakukan gerakan sesuai lirik.
Kegiatan seperti bernyanyi dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan pola suara dan kata kepada anak. UNICEF juga memasukkan kegiatan bernyanyi sebagai salah satu aktivitas yang dapat mendukung perkembangan anak.
3. Membacakan Cerita
Tidak harus cerita panjang. Ayah dan Bunda bisa memilih buku bergambar lalu membacakannya dengan suara yang jelas.
Sesekali berhenti dan tanyakan, “Tadi siapa yang datang?” atau “Suara apa itu?”. Berikan waktu kepada anak untuk menjawab. Jangan langsung membantu kalau ia masih berpikir.
Kegiatan membaca bersama juga bisa menjadi kesempatan untuk melatih anak mendengarkan sekaligus memahami kata-kata.
4. Bermain “Ikuti Suaranya”
Ayah atau Bunda dapat memanggil si kecil dari jarak dekat, kemudian meminta anak mencari arah suara.
Setelah anak terbiasa, permainan bisa dibuat sedikit lebih menantang dengan menggunakan suara dari sisi kanan atau kiri. Pastikan tetap dilakukan di tempat yang aman dan tidak membuat anak kebingungan.
5. Bermain Instruksi Sederhana
Coba berikan perintah sederhana seperti, “Ambil bola,” “Taruh di meja,” atau “Tepuk tangan.”
Untuk anak yang lebih besar, Ayah dan Bunda bisa memberikan dua instruksi sekaligus, misalnya, “Ambil boneka lalu taruh di tempat tidur.”
Kegiatan ini membantu anak belajar mendengarkan sampai selesai sebelum melakukan sesuatu.
6. Tirukan Suara Si Kecil
Saat bayi mengoceh atau membuat suara tertentu, coba tirukan suara tersebut. Kemudian beri jeda dan tunggu responsnya.
Interaksi bergantian seperti ini merupakan bagian dari komunikasi dua arah. CDC juga menyarankan orang tua meniru suara dan gerakan anak, kemudian memberi kesempatan kepada anak untuk merespons.
Agar Latihan Mendengar Lebih Efektif
Ayah dan Bunda tidak perlu membuat sesi latihan khusus setiap hari. Yang lebih penting adalah dilakukan secara rutin melalui aktivitas yang memang disukai anak.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan:
- Kurangi suara televisi atau musik saat sedang berbicara dengan anak.
- Panggil nama anak sebelum memberikan instruksi.
- Gunakan kalimat yang sesuai dengan usia anak.
- Berikan waktu agar anak dapat merespons.
- Lakukan kontak mata ketika berbicara.
- Berikan pujian ketika anak mau mendengarkan dan merespons.
- Jangan memaksa jika anak sudah terlihat lelah atau kehilangan minat.
CDC merekomendasikan orang tua memberikan perhatian penuh saat berkomunikasi, menggunakan isyarat nonverbal, serta mengikuti dan menggambarkan aktivitas anak untuk membantu membangun fokus dan kemampuan bahasa.
Bagaimana Jika Anak Sulit Merespons Suara?
Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda. Namun, Ayah dan Bunda sebaiknya tidak mengabaikan kekhawatiran mengenai kemampuan mendengar atau komunikasi anak.
Jika anak sering tidak merespons ketika dipanggil, tampak kesulitan mengikuti percakapan, atau Ayah dan Bunda memiliki kekhawatiran tentang pendengarannya, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan komunikasi, bahasa, dan kemampuan sosial anak.
Baca juga: Sistem Reproduksi Manusia Adalah: Pengertian, Organ dan Fungsinya
Kesimpulan
Melatih kemampuan mendengar si kecil tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Bermain tebak suara, bernyanyi, membaca cerita, mengikuti instruksi, hingga mengobrol setiap hari bisa menjadi stimulasi yang menyenangkan.
Yang paling penting, Ayah dan Bunda hadir, mendengarkan, lalu merespons anak dengan penuh perhatian. Dari kegiatan sederhana inilah kemampuan mendengar, berkomunikasi, dan berinteraksi si kecil dapat terus berkembang.




