Uretra adalah saluran berbentuk tabung yang berperan penting dalam sistem kemih sekaligus sistem reproduksi pria. Pada pria, uretra tidak hanya menjadi jalan keluarnya urine dari kandung kemih, tetapi juga menjadi saluran keluarnya semen saat ejakulasi.
Karena memiliki dua fungsi tersebut, kesehatan uretra perlu diperhatikan sejak anak-anak hingga dewasa. Lalu, apa sebenarnya fungsi uretra pada pria dan bagaimana cara kerjanya?
Daftar Isi
ToggleApa Itu Uretra?
Uretra merupakan saluran yang menghubungkan bagian bawah kandung kemih dengan lubang di ujung penis. Ketika seseorang buang air kecil, urine dari kandung kemih melewati uretra sebelum keluar dari tubuh.
Pada pria, uretra memiliki fungsi tambahan dalam sistem reproduksi. Saluran ini menjadi jalur yang dilalui semen ketika terjadi ejakulasi. Jadi secara sederhana, uretra pria memiliki dua fungsi utama, yaitu membawa urine dan membawa semen keluar dari tubuh.
Fungsi Uretra pada Pria
1. Menyalurkan urine ke luar tubuh
Fungsi uretra yang paling utama adalah mengeluarkan urine.
Urine terbentuk setelah ginjal menyaring darah dan membuang zat sisa serta kelebihan cairan. Urine kemudian mengalir melalui ureter menuju kandung kemih untuk disimpan sementara. Saat buang air kecil, otot kandung kemih berkontraksi dan urine keluar melalui uretra.
Dengan demikian, alurnya dapat digambarkan secara sederhana:
Ginjal → ureter → kandung kemih → uretra → luar tubuh
Proses ini berlangsung setiap kali pria buang air kecil.
2. Menjadi saluran keluarnya semen
Selain urine, uretra pria juga berfungsi sebagai jalan keluarnya semen ketika ejakulasi.
Semen bukan hanya terdiri dari sperma. Cairan semen merupakan campuran sperma dengan cairan yang berasal dari beberapa kelenjar reproduksi, termasuk vesikula seminalis dan prostat. Sperma sendiri diproduksi di testis, kemudian melewati saluran reproduksi sebelum akhirnya masuk ke uretra.
Uretra kemudian membawa semen keluar melalui lubang uretra di ujung penis.
3. Menghubungkan sistem kemih dan reproduksi
Uretra menjadi salah satu bagian yang mempertemukan fungsi sistem kemih dan sistem reproduksi pria.
Namun, urine dan semen tidak keluar secara bersamaan. Saat ejakulasi, mekanisme otot dan saluran pada sistem reproduksi membantu mengarahkan semen keluar melalui uretra, sementara aliran urine tidak berlangsung pada saat yang sama. Saat penis mengalami ereksi, bagian tertentu dari uretra juga mengalami perubahan sehingga aliran urine terhambat dan ejakulasi dapat berlangsung.
Bagian-Bagian Uretra Pria
Secara anatomi, uretra pria memiliki beberapa bagian yang dilalui sebelum mencapai ujung penis. Secara umum, bagian tersebut meliputi:
Uretra prostatika
Bagian uretra yang melewati kelenjar prostat. Saluran reproduksi juga berhubungan dengan uretra di area ini.
Uretra membranosa
Bagian yang relatif pendek dan melewati area dasar panggul. Bagian ini berhubungan dengan otot sfingter yang membantu mengontrol keluarnya urine.
Uretra penis atau uretra spongiosa
Bagian uretra yang memanjang sepanjang penis hingga mencapai lubang uretra di ujung penis.
Pada pria dewasa, panjang uretra secara umum sekitar 20 cm, walaupun ukuran setiap orang dapat berbeda.
Mengapa Uretra Perlu Dijaga Kesehatannya?
Karena menjadi jalur keluarnya urine, gangguan pada uretra dapat memengaruhi proses buang air kecil. Masalah tertentu juga dapat mengganggu fungsi reproduksi.
Beberapa keluhan yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Aliran urine terasa lemah atau berubah
- Sulit memulai buang air kecil
- Darah dalam urine
- Keluar cairan yang tidak biasa dari penis
- Nyeri pada area penis atau saluran kemih
- Buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya
Keluhan tersebut tidak selalu berarti terdapat masalah serius pada uretra, tetapi tetap perlu diperiksa apabila menetap atau semakin berat. Cleveland Clinic juga menyarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila muncul nyeri saat buang air kecil atau darah dalam urine.
Apakah Uretra Sama dengan Saluran Sperma?
Tidak.
Ini adalah hal yang cukup sering membingungkan, terutama ketika menjelaskan anatomi reproduksi pria kepada anak yang mulai belajar mengenai tubuhnya.
Saluran sperma atau vas deferens berfungsi membawa sperma dari epididimis menuju saluran reproduksi berikutnya. Sementara itu, uretra merupakan saluran terakhir yang menjadi jalan keluarnya urine dan semen dari tubuh. Sperma akhirnya masuk ke uretra sebagai bagian dari proses pembentukan dan pengeluaran semen.
Jadi, uretra bukan tempat produksi sperma. Uretra hanya menjadi salah satu jalur terakhir yang dilalui semen sebelum keluar dari tubuh.
Apa Hubungan Uretra dengan Prostat?
Prostat berada tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang menjadi salah satu bagian dari semen.
Karena uretra melewati prostat, perubahan pada prostat dapat memengaruhi aliran urine. Hal ini terutama menjadi perhatian pada pria dewasa dan lanjut usia.
Pada anak laki-laki, kondisi uretra tentu berbeda dari pria dewasa. Karena itu, bila Ayah dan Bunda menemukan keluhan saat anak buang air kecil, seperti nyeri, aliran urine yang tidak normal atau sulit buang air kecil, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan penyebabnya sendiri. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui masalah yang sebenarnya.
Apakah Sunat Berhubungan dengan Uretra?
Sunat dilakukan pada bagian kulit yang menutupi kepala penis, yaitu kulup atau foreskin. Uretra sendiri merupakan saluran yang berada di dalam penis dan memiliki fungsi sebagai jalan keluarnya urine serta semen.
Artinya, tindakan sunat bukanlah tindakan untuk mengubah fungsi uretra. Tujuan dan teknik sunat harus tetap memperhatikan anatomi penis serta dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.
Baca juga: Fungsi Prostat pada Pria dan Perannya dalam Sistem Reproduksi
Kesimpulan
Fungsi uretra pada pria tidak hanya sebagai saluran urine. Uretra juga menjadi saluran keluarnya semen sehingga memiliki peran dalam sistem kemih sekaligus sistem reproduksi.
Secara sederhana, uretra berfungsi membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh dan membawa semen keluar melalui penis saat ejakulasi. Uretra terdiri dari beberapa bagian yang melewati area prostat, dasar panggul dan penis sebelum berakhir di lubang uretra.
Bagi Ayah dan Bunda, memahami anatomi ini penting supaya lebih mudah mengenali perubahan atau keluhan pada saluran kemih anak. Jika anak mengalami nyeri saat buang air kecil, darah dalam urine, sulit buang air kecil atau keluhan lain yang menetap, pemeriksaan oleh tenaga medis merupakan langkah yang tepat.
Referensi
- Cleveland Clinic. Urethra: Location, Anatomy, Function & Conditions. Medically reviewed, diperbarui 30 Juli 2025.
- National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Prostate Problems. National Institutes of Health.
- NIDDK. The Urinary Tract & How It Works. National Institutes of Health.
- Cleveland Clinic. Male Reproductive System: Structure & Function.
- NCBI Bookshelf. Histology, Male Urethra. StatPearls, pembaruan 2023.
- NCBI MeSH. Urethra. National Library of Medicine.
- Cleveland Clinic. Semen: Fluid, Production, Storage & Composition.
Catatan untuk Ayah dan Bunda
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Bila terdapat keluhan pada saluran kemih atau organ reproduksi anak maupun orang dewasa, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.




