Sunat pada anak laki-laki bukan hanya berkaitan dengan tradisi dan agama. Dari sisi kesehatan, sunat atau sirkumsisi juga memiliki sejumlah manfaat yang telah diteliti secara medis, terutama dalam membantu menurunkan risiko beberapa masalah kesehatan pada penis dan saluran kemih.
Lalu, mengapa anak laki-laki harus disunat? Berikut manfaat sunat yang perlu diketahui Ayah dan Bunda.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Sunat?
Sunat adalah tindakan medis untuk mengangkat sebagian atau seluruh kulit kulup (preputium) yang menutupi kepala penis. Prosedur ini dapat dilakukan pada bayi, anak-anak, remaja maupun orang dewasa.
Dalam dunia medis, keputusan melakukan sunat dapat mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi kesehatan, risiko penyakit, kebutuhan medis, serta pertimbangan keluarga.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa bukti ilmiah menunjukkan sunat memiliki sejumlah manfaat kesehatan, meskipun manfaat tersebut tidak berarti semua bayi laki-laki harus menjalani sunat secara rutin.
Manfaat Sunat untuk Kesehatan Anak Laki-Laki
1. Membantu Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih
Salah satu manfaat sunat yang paling banyak diteliti adalah kaitannya dengan infeksi saluran kemih atau ISK.
Risiko ISK pada anak laki-laki paling tinggi ketika masih bayi. Sejumlah penelitian yang ditinjau AAP menunjukkan bahwa anak laki-laki yang disunat memiliki risiko ISK lebih rendah dibandingkan anak yang tidak disunat, terutama pada tahun pertama kehidupan.
Hal ini menjadi salah satu alasan medis yang sering dipertimbangkan ketika orang tua memilih melakukan sunat pada anak.
2. Membantu Menjaga Kebersihan Penis
Kulup dapat menjadi tempat berkumpulnya kotoran, sel kulit mati dan mikroorganisme apabila kebersihan penis tidak dijaga dengan baik.
Setelah disunat, area kepala penis menjadi lebih mudah dibersihkan karena tidak lagi tertutup kulup. Namun, bukan berarti anak yang tidak disunat pasti memiliki kebersihan yang buruk.
Ayah dan Bunda tetap perlu mengajarkan kebersihan organ reproduksi kepada anak sejak dini, termasuk cara membersihkan penis dengan benar sesuai usia.
3. Mengurangi Risiko Masalah pada Kulup
Beberapa masalah dapat terjadi pada kulup, salah satunya fimosis, yaitu kondisi ketika kulup sulit atau tidak dapat ditarik ke belakang dari kepala penis.
Pada anak kecil, kulup yang belum dapat ditarik sebenarnya dapat merupakan kondisi normal dan tidak selalu membutuhkan tindakan. Namun, jika disertai nyeri, infeksi berulang, kesulitan buang air kecil atau masalah lainnya, anak perlu diperiksa oleh dokter.
Sunat dapat menjadi salah satu pilihan penanganan pada kondisi tertentu sesuai rekomendasi dokter.
4. Menurunkan Risiko Beberapa Infeksi Menular Seksual di Masa Mendatang
Manfaat sunat tidak hanya diteliti pada masa anak-anak. WHO menyatakan bahwa sunat medis pada laki-laki dapat membantu mengurangi risiko tertular HIV melalui hubungan heteroseksual pada laki-laki dalam konteks tertentu.
Namun, Ayah dan Bunda perlu memahami bahwa sunat bukan perlindungan penuh terhadap HIV maupun penyakit menular seksual lainnya.
Pencegahan tetap membutuhkan perilaku seksual yang aman dan pemeriksaan kesehatan yang sesuai.
5. Berhubungan dengan Risiko Lebih Rendah terhadap Kanker Penis
Kanker penis termasuk penyakit yang jarang terjadi. Meski demikian, penelitian yang ditinjau AAP menemukan adanya hubungan antara sunat dengan penurunan risiko kanker penis.
Manfaat ini bukan berarti anak yang disunat akan terbebas dari kanker penis. Risiko penyakit tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
6. Membantu Mengurangi Beberapa Masalah pada Penis
Sunat juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa kondisi yang berhubungan dengan kulup dan kepala penis, termasuk peradangan tertentu.
Meski begitu, tidak semua masalah penis harus ditangani dengan sunat. Dokter perlu melihat kondisi anak terlebih dahulu untuk menentukan apakah sunat memang diperlukan secara medis.
Apakah Anak Laki-Laki Wajib Disunat karena Alasan Kesehatan?
Jika pertanyaannya adalah apakah setiap anak laki-laki wajib disunat secara medis, jawabannya tidak sesederhana itu.
Organisasi medis memiliki pertimbangan yang berbeda mengenai sunat rutin pada bayi dan anak. AAP, misalnya, menyatakan bahwa manfaat kesehatan sunat lebih besar daripada risikonya pada bayi baru lahir, tetapi tidak merekomendasikan sunat rutin untuk seluruh bayi laki-laki.
Karena itu, keputusan sunat perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan anak, pilihan keluarga, faktor budaya atau agama serta akses terhadap tenaga medis yang kompeten.
Di Indonesia sendiri, sunat juga memiliki nilai agama dan budaya yang kuat sehingga banyak keluarga memilih melakukannya sejak anak masih kecil.
Kapan Anak Laki-Laki Sebaiknya Disunat?
Tidak ada satu usia yang berlaku untuk semua anak. Sunat dapat dilakukan pada berbagai usia selama kondisi anak memungkinkan dan prosedur dilakukan oleh tenaga kesehatan yang kompeten.
Ayah dan Bunda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu, terutama jika anak memiliki kondisi seperti:
- Kelainan bentuk penis
- Fimosis yang menimbulkan keluhan
- Infeksi berulang
- Kesulitan buang air kecil
- Riwayat gangguan pembekuan darah
- Kondisi medis tertentu yang membutuhkan pertimbangan khusus
Pemeriksaan sebelum tindakan penting untuk memastikan metode dan waktu sunat sesuai dengan kondisi anak.
Apakah Sunat Aman untuk Anak?
Secara umum, sunat merupakan prosedur yang dapat dilakukan dengan aman apabila ditangani tenaga medis yang terlatih, menggunakan teknik steril dan pengendalian nyeri yang sesuai. AAP juga menekankan pentingnya tenaga medis yang memiliki kompetensi serta penerapan teknik steril dan manajemen nyeri yang baik.
Seperti prosedur medis lainnya, sunat tetap memiliki kemungkinan komplikasi. Karena itu, Ayah dan Bunda jangan hanya mempertimbangkan harga atau kecepatan tindakan saat memilih tempat sunat.
Perhatikan juga kompetensi tenaga medis, kebersihan fasilitas, metode yang digunakan, penanganan apabila terjadi komplikasi dan layanan setelah tindakan.
Sunat Modern untuk Anak
Bagi Ayah dan Bunda yang mencari pengalaman sunat yang lebih nyaman, Alfatih Sunat Center menyediakan layanan sunat anak dengan pendekatan ramah anak. Salah satu metode yang digunakan adalah TeknoSealer, yaitu metode sunat modern yang dirancang untuk membantu proses tindakan dengan teknik penyegelan jaringan, tanpa jahitan. Pemilihan metode tetap perlu disesuaikan dengan kondisi anak melalui pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga medis.
Kesimpulan
Sunat pada anak laki-laki memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang didukung penelitian, terutama dalam membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan beberapa masalah pada penis. Pada usia selanjutnya, sunat juga memiliki manfaat dalam menurunkan risiko beberapa infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV dalam konteks yang sesuai.
Namun, sunat bukan berarti anak menjadi sepenuhnya terlindungi dari penyakit. Kebersihan organ reproduksi, pemeriksaan kesehatan dan perilaku hidup sehat tetap penting.
Jadi, jika Ayah dan Bunda sedang mempertimbangkan sunat untuk anak, jangan hanya melihat usia atau metode yang digunakan. Pastikan kondisi anak diperiksa dan tindakan dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten agar prosesnya aman dan sesuai kebutuhan.
Referensi
- American Academy of Pediatrics (AAP), Male Circumcision, Pediatrics.
- American Academy of Pediatrics (AAP), Circumcision Policy Statement.
- World Health Organization (WHO), Preventing HIV through safe voluntary medical male circumcision for adolescent boys and men.
- World Health Organization (WHO), Preventing HIV in high HIV burden settings through voluntary medical male circumcision.
- World Health Organization (WHO), Sexually transmitted infections (STIs), 2025.
- American Academy of Pediatrics, Neonatal Circumcision and Urinary Tract Infections in Infants With Hydronephrosis.




