Setelah sunat, memilih celana yang tepat bukan hanya soal kenyamanan. Celana yang terlalu ketat dapat bergesekan dengan area luka dan membuat anak merasa tidak nyaman.
Karena itu, Ayah dan Bunda perlu memilih pakaian yang mendukung proses pemulihan.
Daftar Isi
ToggleSeperti Apa Celana yang Sebaiknya Dipakai Setelah Sunat?
Secara umum, pilih celana yang longgar, lembut, dan tidak menekan area penis. Beberapa rumah sakit juga menyarankan pakaian longgar seperti celana training, celana piyama, atau celana olahraga setelah sunat. Pakaian yang terlalu ketat berisiko menimbulkan gesekan pada area luka.
Untuk celana dalam, Ayah dan Bunda tidak harus menghindarinya sama sekali. Pada sebagian anak, celana dalam yang nyaman dan tidak terlalu ketat justru dapat memberikan penyangga sehingga area penis tidak banyak bergerak. Pilih bahan yang lembut dan ukurannya tidak menekan luka.
1. Hindari Celana yang Terlalu Ketat
Celana jeans atau celana dengan bahan kaku sebaiknya dihindari terlebih dahulu, terutama pada beberapa hari pertama. Gesekan dari pakaian dapat menambah rasa perih dan membuat anak lebih sulit bergerak dengan nyaman.
Celana training, celana piyama atau celana berbahan lembut biasanya lebih nyaman selama masa pemulihan.
2. Perhatikan Bahan Celana
Pilih bahan yang:
- Lembut di kulit
- Tidak kasar
- Tidak terlalu panas
- Tidak mudah membuat anak berkeringat
- Memiliki ruang yang cukup di bagian selangkangan
Area setelah sunat sebaiknya dijaga tetap bersih dan kering. Lingkungan yang lembap dapat meningkatkan risiko masalah pada luka.
Ayah dan Bunda juga sebaiknya mengganti celana jika terkena urine, keringat berlebih, atau kotoran.
3. Jangan Memaksakan Celana Jika Anak Tidak Nyaman
Setiap anak dapat memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda setelah sunat. Jika anak merasa celana dalam membuat luka tertekan atau bergesekan, Ayah dan Bunda dapat mengikuti petunjuk dari tenaga medis mengenai pakaian yang paling sesuai.
Yang penting, jangan memaksa anak memakai pakaian tertentu hanya karena dianggap lebih praktis.
4. Perhatikan Saat Anak Duduk dan Tidur
Selain celana, posisi tubuh juga perlu diperhatikan. Anak mungkin merasa kurang nyaman ketika duduk terlalu lama karena area sunat masih sensitif.
Untuk beberapa hari pertama, berikan waktu istirahat yang cukup dan batasi aktivitas yang menyebabkan tekanan atau gesekan pada area sunat.
Ayah dan Bunda juga sebaiknya menunda aktivitas seperti bersepeda, berenang dan olahraga berat sampai luka dinyatakan cukup pulih. Lama pembatasan aktivitas dapat berbeda sesuai metode sunat dan kondisi luka, sehingga ikuti petunjuk tenaga medis yang menangani anak.
5. Jangan Hanya Fokus pada Celana, Perhatikan Luka Sunat
Celana yang nyaman tidak menggantikan perawatan luka. Ayah dan Bunda tetap perlu mengikuti instruksi perawatan yang diberikan setelah tindakan.
Kemerahan ringan, bengkak dan rasa tidak nyaman selama beberapa hari dapat terjadi sebagai bagian dari proses penyembuhan. Namun, kondisi yang semakin memburuk perlu diperhatikan.
Segera hubungi tenaga medis jika anak mengalami:
- Perdarahan yang terus berlangsung atau cukup banyak
- Bengkak yang semakin berat
- Kemerahan yang menyebar
- Keluar nanah atau cairan berbau
- Demam
- Nyeri yang semakin berat
- Sulit atau tidak dapat buang air kecil
Kesulitan buang air kecil setelah sunat termasuk tanda yang perlu segera mendapatkan perhatian medis.
Celana Sunat Khusus, Apakah Wajib?
Tidak selalu. Istilah celana sunat anak sering digunakan untuk menyebut celana khusus yang dirancang agar area penis lebih terlindungi setelah sunat. Namun, yang paling penting bukan label “celana sunat”, melainkan apakah pakaian tersebut nyaman, tidak terlalu ketat, tidak kasar dan tidak menggesek luka.
Jadi, Ayah dan Bunda tidak harus membeli celana khusus jika sudah memiliki pakaian yang memenuhi kriteria tersebut.
Bagaimana dengan Anak yang Masih Memakai Popok?
Untuk anak yang masih menggunakan popok, popok sebaiknya tidak dipasang terlalu ketat. Penggantian juga perlu dilakukan secara rutin agar area sekitar luka tetap bersih dan tidak terlalu lembap. Beberapa panduan perawatan pascasunat anak juga menekankan pentingnya mengurangi gesekan popok terhadap luka.
Namun, detail perawatan dapat berbeda berdasarkan teknik sunat dan bahan penutup luka yang digunakan. Karena itu, ikuti instruksi dari klinik atau dokter yang melakukan tindakan.
Celana dan Perawatan Setelah Sunat di Alfatih Sunat Center
Pada Alfatih Sunat Center, metode TeknoSealer menjadi salah satu pilihan sunat modern yang digunakan dengan pendekatan yang dirancang untuk meminimalkan perdarahan dan tanpa jahitan. Meski demikian, pilihan pakaian setelah sunat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi luka dan instruksi tenaga medis. Ayah dan Bunda sebaiknya mengikuti panduan perawatan yang diberikan setelah tindakan, termasuk mengenai pakaian dan aktivitas anak.
Baca juga: Contoh Gambar Luka Sunat Infeksi dan Tindakan yang Perlu dilakukan Orang Tua
Kesimpulan
Celana sunat anak yang baik adalah celana yang longgar, lembut dan tidak memberikan tekanan atau gesekan berlebihan pada area sunat. Celana training, piyama atau pakaian berbahan lembut dapat menjadi pilihan selama anak merasa nyaman.
Yang tidak kalah penting, Ayah dan Bunda perlu memantau kondisi luka setiap hari. Jika muncul perdarahan berlebih, nanah, demam, kemerahan yang menyebar, bengkak berat atau anak sulit buang air kecil, jangan menunggu kondisi membaik sendiri. Segera konsultasikan kepada tenaga medis.
Referensi dan Sumber
- NHS – Circumcision
- University College London Hospitals – Circumcision
- Cambridge University Hospitals – Circumcision in Boys
- HealthyChildren.org – Circumcision Problems
- Frimley Health NHS Foundation Trust – Circumcision




