Apa Itu Parafimosis? Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya

Apa Itu Parafimosis? Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya

Parafimosis adalah kondisi ketika kulup penis yang sudah ditarik ke belakang tidak dapat dikembalikan menutupi kepala penis. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan menghambat aliran darah ke ujung penis sehingga termasuk keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Parafimosis (paraphimosis) umumnya terjadi pada pria atau anak laki-laki yang belum disunat. Kulup yang terjebak di belakang kepala penis akan membentuk cincin yang semakin ketat, sehingga kepala penis membengkak dan terasa nyeri. Jika dibiarkan terlalu lama, jaringan penis bisa mengalami kerusakan akibat berkurangnya aliran darah.

Gejala Parafimosis

Ayah dan Bunda perlu mengenali beberapa tanda parafimosis berikut:

  • Kulup tidak bisa dikembalikan ke posisi semula.
  • Kepala penis membengkak.
  • Nyeri yang semakin berat.
  • Warna kepala penis berubah menjadi kemerahan, kebiruan, atau keunguan.
  • Sulit buang air kecil.
  • Penis terasa sangat sensitif saat disentuh.

Jika gejala tersebut muncul, sebaiknya segera membawa anak atau anggota keluarga ke dokter dan tidak menunda pemeriksaan.

Penyebab Parafimosis

Beberapa penyebab parafimosis antara lain:

1. Kulup Tidak Dikembalikan Setelah Dibersihkan

Kulup yang dibiarkan tertarik ke belakang terlalu lama dapat menyebabkan pembengkakan.

2. Fimosis

Fimosis itu merupakan kulup yang terlalu sempit membuatnya sulit kembali ke posisi normal.

3. Infeksi pada Penis

Peradangan atau infeksi dapat memicu pembengkakan sehingga kulup terjebak.

4. Cedera atau Tarikan Berlebihan

Menarik kulup terlalu kuat dapat menyebabkan parafimosis.

5. Setelah Tindakan Medis

Pemasangan kateter atau pemeriksaan penis yang menyebabkan kulup ditarik ke belakang dan lupa dikembalikan juga dapat menjadi penyebab.

Apakah Parafimosis Berbahaya?

Ya. Parafimosis termasuk kondisi gawat darurat. Bila tidak segera ditangani, aliran darah menuju kepala penis dapat terganggu sehingga berisiko menyebabkan kematian jaringan (nekrosis). Pada kondisi yang sangat berat, kerusakan permanen dapat terjadi.

Pengobatan Parafimosis

Penanganan tergantung tingkat keparahannya, antara lain:

  • Mengurangi pembengkakan dengan kompres atau tindakan medis tertentu.
  • Dokter melakukan reposisi kulup secara manual.
  • Tindakan sayatan kecil (dorsal slit) bila kulup sangat ketat.
  • Sunat menjadi pilihan untuk mencegah parafimosis berulang.

Ayah dan Bunda sebaiknya tidak mencoba memperbaiki kondisi ini sendiri di rumah, terutama bila pembengkakan sudah terjadi atau anak merasa kesakitan.

Apakah Sunat Bisa Mencegah Parafimosis?

Sunat merupakan cara paling efektif untuk mencegah parafimosis terjadi kembali. Pada anak yang mengalami fimosis atau parafimosis berulang, dokter dapat merekomendasikan tindakan sunat setelah kondisi akut teratasi.

Di Alfatih Sunat Center, tindakan sunat dilakukan dengan pendekatan ramah anak menggunakan metode modern seperti TeknoSealer yang dikenal minim perdarahan dan tanpa jahitan. Sebelum tindakan, dokter akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi anak sudah aman menjalani sunat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter atau IGD apabila:

  • Kulup tidak dapat dikembalikan ke posisi semula.
  • Kepala penis membengkak dan berubah warna.
  • Nyeri semakin berat.
  • Anak sulit buang air kecil.
  • Muncul demam atau tanda infeksi.

Penanganan yang cepat sangat penting karena parafimosis bukan kondisi yang bisa ditunggu sembuh sendiri.

Kesimpulan

Parafimosis adalah kondisi darurat pada penis yang terjadi ketika kulup terjebak di belakang kepala penis dan tidak bisa kembali ke posisi normal. Gejalanya berupa pembengkakan, nyeri, serta perubahan warna pada kepala penis.

Penyebabnya beragam, mulai dari fimosis, infeksi, hingga kulup yang lupa dikembalikan setelah dibersihkan. Penanganan medis harus dilakukan secepat mungkin, dan sunat dapat menjadi solusi untuk mencegah kekambuhan di kemudian hari.

Bagikan :