Parafimosis pada Pria: Kondisi yang Perlu Segera Mendapatkan Penanganan

Parafimosis pada Pria

Parafimosis adalah kondisi ketika kulup penis sudah ditarik ke belakang kepala penis, tetapi tidak dapat dikembalikan untuk menutupi kepala penis. Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan medis karena pembengkakan dan tekanan pada kulup dapat mengganggu aliran darah ke kepala penis.

Jika tidak segera ditangani, parafimosis dapat menyebabkan kerusakan jaringan bahkan kematian jaringan pada penis. Karena itu, Ayah dan Bunda perlu mengenali tanda-tandanya, terutama bila kondisi ini terjadi pada anak.

Apa Itu Parafimosis?

Parafimosis berbeda dengan fimosis.

Pada fimosis, kulup tidak dapat ditarik ke belakang kepala penis karena terlalu sempit. Sementara pada parafimosis, kulup sudah berhasil ditarik ke belakang, tetapi kemudian tersangkut dan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula.

Kulup yang tersangkut dapat membentuk seperti cincin ketat di belakang kepala penis. Kondisi tersebut menyebabkan aliran balik darah dan cairan dari jaringan penis terganggu sehingga muncul pembengkakan. Semakin bengkak, kulup akan semakin sulit dikembalikan ke depan.

Inilah alasan mengapa parafimosis tidak boleh dianggap sebagai masalah kulit biasa.

Mengapa Parafimosis Bisa Berbahaya?

Masalah utama pada parafimosis adalah tekanan pada jaringan penis.

Ketika kulup yang sempit terjebak di belakang kepala penis, pembuluh darah vena dan aliran limfatik dapat tertekan terlebih dahulu. Akibatnya, cairan dan darah menumpuk sehingga kepala penis semakin membengkak.

Jika berlangsung terus, tekanan tersebut dapat mengganggu aliran darah yang membawa oksigen ke jaringan penis. Pada kondisi yang berat, dapat terjadi iskemia hingga nekrosis atau kematian jaringan.

Karena risiko tersebut, panduan European Association of Urology menempatkan parafimosis sebagai kondisi yang membutuhkan penanganan segera.

Apa Saja Gejala Parafimosis?

Tanda yang paling khas adalah kulup sudah ditarik ke belakang tetapi tidak bisa dikembalikan menutupi kepala penis.

Beberapa gejala lain yang dapat muncul antara lain:

  • Kepala penis membengkak.
  • Kulup mengalami pembengkakan.
  • Nyeri pada penis.
  • Kulup terasa seperti terjepit atau membentuk cincin ketat.
  • Warna kepala penis berubah menjadi kebiruan, keunguan atau lebih gelap.
  • Pada kondisi yang berat, aliran darah ke kepala penis dapat terganggu.

Tidak semua kasus harus menunggu sampai muncul perubahan warna. Bila kulup sudah tertarik dan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula, Ayah dan Bunda sebaiknya segera mencari pertolongan medis.

Apa Penyebab Parafimosis?

Parafimosis dapat terjadi karena kulup ditarik ke belakang tetapi tidak segera dikembalikan ke posisi semula.

Beberapa keadaan yang dapat memicunya yaitu:

1. Menarik kulup secara paksa

Pada anak, kondisi ini dapat terjadi ketika kulup ditarik untuk membersihkan penis. Penarikan paksa pada kulup yang masih sempit juga dapat menyebabkan cedera dan pembengkakan.

2. Setelah pemeriksaan atau tindakan medis

Parafimosis dapat terjadi setelah tindakan medis tertentu, misalnya pemasangan kateter atau pemeriksaan penis, apabila kulup yang sebelumnya ditarik tidak dikembalikan ke posisi semula.

3. Fimosis

Kulup yang sempit akibat fimosis dapat meningkatkan risiko parafimosis. Ketika kulup yang sempit ditarik melewati kepala penis, bagian tersebut dapat tersangkut dan menekan penis.

4. Infeksi atau peradangan

Infeksi dan peradangan pada kepala penis atau kulup dapat menyebabkan pembengkakan sehingga kulup lebih sulit dikembalikan ke posisi semula.

5. Trauma pada penis

Cedera atau aktivitas yang menyebabkan pembengkakan pada penis juga dapat menjadi salah satu faktor yang memicu parafimosis.

Parafimosis pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan Ayah dan Bunda?

Jika Ayah dan Bunda melihat kulup anak tertarik ke belakang dan tidak dapat kembali menutupi kepala penis, jangan menunggu sampai bengkaknya semakin besar.

Segera bawa anak ke dokter atau fasilitas kesehatan yang dapat memberikan penanganan medis. Parafimosis tidak dianjurkan untuk ditunggu hingga sembuh sendiri. Cleveland Clinic juga menegaskan bahwa kondisi ini membutuhkan penanganan secepatnya untuk mencegah kerusakan permanen.

Yang perlu diperhatikan, jangan melakukan penarikan atau pemaksaan berulang kali di rumah. Upaya yang salah dapat menyebabkan trauma dan pembengkakan semakin bertambah.

Bagaimana Dokter Menangani Parafimosis?

Diagnosis parafimosis umumnya dapat dilakukan melalui pemeriksaan langsung pada penis. Dokter akan menilai posisi kulup, tingkat pembengkakan, kondisi kepala penis serta tanda-tanda gangguan aliran darah.

Penanganan awal biasanya bertujuan mengurangi pembengkakan dan mengembalikan kulup ke posisi semula.

Menurut panduan European Association of Urology, penanganan dapat dilakukan dengan kompresi jaringan yang mengalami edema kemudian reposisi manual kulup. Jika tindakan tersebut tidak berhasil, dapat diperlukan tindakan pembedahan untuk melepaskan cincin kulup yang menekan penis.

Pada kasus yang sulit, dokter dapat menggunakan anestesi lokal atau metode penghilang nyeri agar tindakan dapat dilakukan dengan lebih nyaman.

Apakah Parafimosis Harus Disunat?

Tidak semua kasus parafimosis langsung membutuhkan sunat pada saat kondisi darurat ditangani.

Prioritas pertama adalah mengatasi kondisi akut dan mengembalikan kulup ke posisi yang benar. Jika reposisi manual berhasil, dokter akan menilai penyebab dan risiko parafimosis berulang.

Pada kasus tertentu, terutama bila terdapat kelainan kulup yang menyebabkan kondisi mudah kambuh, dokter dapat mempertimbangkan tindakan lanjutan seperti sirkumsisi atau prosedur pembedahan lainnya.

Jadi, keputusan untuk melakukan sunat sebaiknya ditentukan setelah pemeriksaan langsung oleh dokter.

Apa Perbedaan Fimosis dan Parafimosis?

Keduanya sering dianggap sama, padahal kondisinya berbeda.

KondisiFimosisParafimosis
Kondisi kulupTidak dapat ditarik melewati kepala penisSudah ditarik ke belakang tetapi tidak dapat dikembalikan
Gejala utamaKulup terlalu sempitKulup terjebak di belakang kepala penis
PembengkakanBisa terjadiSering terjadi dan dapat semakin berat
KegawatdaruratanTidak selaluYa, perlu penanganan segera
Risiko gangguan aliran darahTidak menjadi masalah utamaDapat terjadi dan berisiko menyebabkan kerusakan jaringan

Pada anak, kulup yang belum dapat ditarik sepenuhnya juga belum tentu merupakan penyakit. European Association of Urology menjelaskan bahwa ketidakmampuan menarik kulup dapat menjadi bagian dari perkembangan normal selama tidak disertai masalah tertentu. Yang perlu dihindari adalah menarik kulup secara paksa.

Bagaimana Cara Mencegah Parafimosis?

Pencegahan terutama dilakukan dengan tidak membiarkan kulup berada dalam posisi tertarik ke belakang.

Ayah dan Bunda dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Jangan menarik kulup anak secara paksa.
  2. Jika kulup sudah dapat ditarik dengan mudah, kembalikan ke posisi semula setelah membersihkan penis.
  3. Setelah tindakan medis yang mengharuskan kulup ditarik, pastikan kulup kembali menutupi kepala penis.
  4. Jangan melakukan peregangan kulup secara berlebihan.
  5. Jika anak mengalami masalah kulup berulang, konsultasikan dengan dokter.
  6. Ajarkan anak yang sudah cukup besar untuk tidak membiarkan kulup tertarik terlalu lama.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Ayah dan Bunda perlu segera mencari pertolongan medis jika:

  • Kulup tertarik ke belakang dan tidak bisa dikembalikan.
  • Kepala penis mulai membengkak.
  • Anak mengalami nyeri pada penis.
  • Warna kepala penis berubah menjadi biru, ungu atau gelap.
  • Anak mengalami kesulitan buang air kecil.
  • Pembengkakan terus bertambah.

Jangan menunggu kondisi menjadi lebih parah. Parafimosis merupakan kegawatdaruratan karena gangguan aliran darah dapat menyebabkan kerusakan jaringan penis.

Baca juga: Fimosis pada Anak: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Kapan Harus Ditangani

Kesimpulan

Parafimosis adalah kondisi ketika kulup yang sudah ditarik ke belakang tidak dapat dikembalikan menutupi kepala penis. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena pembengkakan dan tekanan pada kulup dapat mengganggu aliran darah dan berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan.

Bagi Ayah dan Bunda, hal terpenting adalah mengenali tanda parafimosis dan tidak melakukan penarikan kulup secara paksa. Jika kulup sudah terjebak di belakang kepala penis dan tidak dapat dikembalikan, segera bawa anak atau pasien ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Referensi dan Sumber

  1. European Association of Urology (EAU) – EAU Guidelines on Paediatric Urology, Phimosis and Other Abnormalities of the Penile Skin.
  2. Cleveland Clinic – Paraphimosis: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment, diperbarui 19 Maret 2025.
  3. MSD Manual Consumer Version – Fimosis dan Parafimosis.
  4. StatPearls/NCBI Bookshelf – Paraphimosis, Bradley N. Bragg, Erwin L. Kong, Stephen W. Leslie.
  5. NHS – Tight foreskin (phimosis), informasi mengenai parafimosis sebagai kondisi darurat medis.
  6. PubMed – Urologic Emergencies, Manjunath AS & Hofer MD.

Bagikan :