Khitan merupakan tindakan yang sudah lama dilakukan pada anak laki-laki, baik karena alasan agama, budaya maupun kesehatan.
Bagi Ayah dan Bunda, keputusan untuk mengkhitankan anak bukan hanya soal menjalankan tradisi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi anak.
Secara medis, khitan atau sunat adalah tindakan mengangkat sebagian kulit yang menutupi kepala penis (kulup). Prosedur ini umumnya dilakukan pada anak yang sehat dan harus dikerjakan oleh tenaga medis yang terlatih dengan memperhatikan kebersihan serta pengendalian nyeri.
Daftar Isi
Toggle1. Membantu Menjaga Kebersihan Penis
Salah satu alasan anak laki-laki dikhitan adalah karena penis menjadi lebih mudah dibersihkan.
Pada penis yang belum dikhitan, bagian kulup perlu dibersihkan dengan cara yang benar. Ketika anak semakin besar, kebersihan area tersebut juga perlu diperhatikan secara rutin.
Setelah dikhitan, bagian kepala penis lebih mudah dibersihkan sehingga Ayah dan Bunda tidak perlu terlalu khawatir anak kurang memperhatikan kebersihan area tersebut.
Namun, bukan berarti anak yang belum dikhitan pasti memiliki kebersihan yang buruk. Kebersihan tetap dapat dijaga selama penis dirawat dengan benar.
2. Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih
Khitan juga dikaitkan dengan penurunan risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada bayi dan anak laki-laki usia dini.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan anak laki-laki yang tidak dikhitan memiliki risiko ISK lebih tinggi dibandingkan anak yang sudah dikhitan. Risiko ini paling terlihat pada tahun pertama kehidupan.
Hal ini berkaitan antara lain dengan bakteri yang dapat berkumpul di sekitar kulup dan area dekat lubang kencing.
Meski demikian, ISK pada anak laki-laki bukan berarti hanya dapat dicegah dengan khitan. Kebersihan, kondisi saluran kemih dan faktor kesehatan lainnya juga berperan.
3. Membantu Mengurangi Masalah pada Kulup
Pada sebagian anak, kulup dapat mengalami masalah seperti fimosis, yaitu kondisi ketika kulup sulit atau tidak dapat ditarik ke belakang.
Tidak semua kulup yang belum dapat ditarik pada anak merupakan penyakit. Pada usia tertentu, kondisi tersebut masih dapat menjadi bagian dari perkembangan normal.
Namun, apabila anak mengalami nyeri, pembengkakan berulang, infeksi atau kesulitan buang air kecil, Ayah dan Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Khitan dapat menjadi salah satu tindakan yang dipertimbangkan pada kondisi tertentu sesuai hasil pemeriksaan dokter.
4. Menurunkan Risiko Beberapa Infeksi Menular Seksual di Masa Depan
Manfaat khitan tidak hanya dibahas pada masa kanak-kanak. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang dikhitan memiliki risiko lebih rendah terhadap beberapa infeksi menular seksual tertentu.
WHO menyatakan terdapat bukti kuat bahwa khitan laki-laki memberikan perlindungan terhadap penularan HIV melalui hubungan heteroseksual pada laki-laki. Khitan juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit lain, termasuk sifilis dan kanker penis invasif.
Namun, Ayah dan Bunda perlu memahami bahwa khitan bukan berarti seseorang menjadi kebal terhadap infeksi menular seksual. Ketika anak sudah dewasa, perilaku seksual yang aman dan penggunaan perlindungan yang tepat tetap diperlukan.
5. Menurunkan Risiko Kanker Penis
Kanker penis termasuk penyakit yang jarang terjadi. Meski demikian, beberapa kondisi pada penis, termasuk peradangan kronis dan masalah pada kulup, dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker penis.
Bukti medis yang dihimpun AAP menunjukkan adanya hubungan antara khitan dengan penurunan risiko kanker penis.
Manfaat ini bukan berarti khitan dapat menjamin seseorang terbebas dari kanker, tetapi menjadi salah satu manfaat kesehatan yang dipertimbangkan dalam penelitian mengenai khitan.
6. Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Sejak Dini
Khitan juga bisa menjadi momentum bagi Ayah dan Bunda untuk mengajarkan anak mengenai kebersihan tubuh dan organ reproduksi.
Setelah sunat, anak perlu memahami bahwa area penis tetap harus dijaga kebersihannya. Kebiasaan sederhana seperti mandi secara teratur, membersihkan tubuh dengan baik dan menggunakan pakaian yang bersih perlu dikenalkan sejak kecil.
Jadi, manfaat khitan akan lebih optimal jika disertai kebiasaan hidup bersih.
Kapan Anak Laki-Laki Sebaiknya Dikhitan?
Tidak ada satu usia yang wajib untuk semua anak. Waktu khitan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kesiapan anak dan pertimbangan keluarga.
Sebagian Ayah dan Bunda memilih melakukan sunat ketika anak masih bayi, sementara yang lain memilih usia anak-anak, terutama ketika memasuki masa libur sekolah.
Yang paling penting, tindakan dilakukan ketika anak dalam kondisi sehat dan oleh tenaga kesehatan yang kompeten. AAP menekankan pentingnya tenaga yang terlatih, teknik steril dan pengelolaan nyeri yang tepat dalam prosedur khitan.
Apakah Khitan Aman untuk Anak?
Secara umum, khitan dapat dilakukan dengan aman apabila dikerjakan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi, menggunakan peralatan yang sesuai dan menerapkan prosedur kebersihan yang baik.
Ayah dan Bunda sebaiknya tidak hanya melihat harga ketika memilih tempat sunat. Pastikan klinik memiliki tenaga medis yang berpengalaman, menjelaskan prosedur dengan jelas, menyediakan perawatan setelah tindakan dan memberikan informasi mengenai tanda-tanda yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan.
Untuk anak yang merasa takut, pendekatan ramah anak juga penting. Anak yang mendapatkan penjelasan sederhana dan dukungan dari orang tua biasanya lebih siap menghadapi proses tindakan.
Khitan di Alfatih Sunat Center
Jika Ayah dan Bunda memilih sunat dengan pendekatan modern dan ramah anak, Alfatih Sunat Center menyediakan layanan sunat anak dengan metode TeknoSealer.
Metode ini menggunakan teknik elektrokauter/ESU dengan proses penyegelan jaringan dan ditujukan untuk membantu proses tindakan yang cepat serta minim perdarahan. Pilihan metode tetap perlu disesuaikan dengan kondisi anak setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
Jadi, Mengapa Anak Laki-Laki Perlu Dikhitan?
Khitan memiliki beberapa manfaat yang telah diteliti secara medis, terutama dalam membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih pada anak, menjaga kebersihan penis serta memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit tertentu di kemudian hari.
Selain alasan kesehatan, bagi keluarga Muslim, khitan juga merupakan bagian dari ajaran agama. Karena itu, keputusan sunat sering kali merupakan perpaduan antara pertimbangan agama, kesehatan dan budaya.
Yang tidak kalah penting, Ayah dan Bunda tidak perlu membuat anak merasa takut dengan cerita-cerita mengenai sunat. Jelaskan dengan bahasa sederhana bahwa ia akan menjalani tindakan medis dan akan mendapatkan pendampingan selama prosesnya.
Dengan persiapan yang baik, pemilihan tenaga medis yang tepat dan dukungan dari orang tua, pengalaman khitan dapat menjadi momen yang lebih nyaman bagi anak.
Baca juga: Celana Sunat Anak serta Hal yang Perlu Diperhatikan
Kesimpulan
Anak laki-laki dikhitan bukan hanya karena tradisi. Dari sisi kesehatan, terdapat bukti bahwa khitan dapat memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan beberapa penyakit tertentu.
Namun, khitan tetap merupakan tindakan medis sehingga keamanan harus menjadi prioritas. Ayah dan Bunda sebaiknya memilih tenaga medis yang kompeten, fasilitas yang bersih serta memastikan anak mendapatkan informasi dan perawatan yang tepat sebelum maupun setelah tindakan.
Referensi
- World Health Organization (WHO), Male Circumcision: Global Trends and Determinants of Prevalence, Safety and Acceptability.
- American Academy of Pediatrics (AAP), Male Circumcision, Pediatrics.
- American Academy of Pediatrics (AAP), Circumcision Policy Statement, Pediatrics.
- American Academy of Pediatrics, Health Benefits Linked to Newborn Circumcision.
- American Academy of Pediatrics, Circumcision of Privately Insured Males Aged 0 to 18 Years in the United States.
- Alfatih Sunat Center, informasi layanan dan metode sunat TeknoSealer.




