10 Cara Menenangkan Bayi agar Cepat Rileks & Nggak Rewel Sepanjang Hari

10 Cara Menenangkan Bayi agar Cepat Rileks & Nggak Rewel Sepanjang Hari

Siang rewel, malam begadang, rasanya kepala Ayah dan Bunda seperti mau pecah. Tenang, Ayah dan Bunda tidak sendirian. Hampir semua orang tua melewati masa-masa di mana bayi lebih sering menangis daripada tersenyum.

Kuncinya jangan panik. Terkadang, bayi yang rewel bukan berarti “nakal”, melainkan sedang beradaptasi dengan dunia barunya. Bahkan, ada istilah “Trimester Keempat” dari Dr. Harvey Karp, di mana 3 bulan pertama kehidupan bayi adalah masa transisi dari rahim yang hangat ke dunia luar .

Nah, daripada bingung, yuk kita coba 10 cara jitu menenangkan bayi berikut ini. Dijamin si Kecil cepat rileks dan harimu pun tetap damai!

1. Manfaatkan Kekuatan “White Noise” (Suara Shhh…)

Dulu di dalam perut Bunda, bayi mendengar suara aliran darah yang mirip seperti desiran kencang. Suara “Shhh…” atau white noise ternyata sangat ampuh untuk menghentikan tangisan.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics menemukan bahwa metode 5S (termasuk suara “Shushing”) efektif menenangkan bayi dalam waktu kurang dari 45 detik . Coba putar suara hujan atau vacuum cleaner dari YouTube, atau lakukan “Shhh” langsung di dekat telinga bayi dengan volume lembut namun tegas.

3. Ajak Jalan-Jalan 5 Menit (Respons Transport)

Pernah merasa kesal karena bayi berhenti menangis begitu digendong jalan-jalan, tapi langsung nangis lagi begitu duduk? Itu bukan kebetulan.

Penelitian dari Riken Center for Brain Science di Jepang membuktikan bahwa menggendong sambil berjalan kaki selama 5 menit adalah cara paling efektif untuk menurunkan detak jantung bayi yang sedang histeris. Efek “transport” ini memicu respons relaksasi alami pada mamalia .

Tips: Lakukan selama 5 menit, lalu duduklah sambil tetap menggendongnya selama 5-8 menit sebelum menidurkannya.

3. Bedong Bayi (Swaddling) dengan Teknik yang Tepat

Bayi yang kaget atau tangan/ kakinya bergerak sendiri seringkali membuatnya terbangun dan rewel. Membedong (swaddling) membuat bayi merasa aman seolah masih dalam dekapan rahim.

Pastikan Ayah dan Bunda membedong dari kain tipis agar tidak kepanasan, dan jangan terlalu ketat di area pinggul agar tulang panggulnya bisa berkembang optimal.

4. Pijat Lembut dengan Sentuhan Kasih Sayang

Ini adalah momen emas bagi Ayah dan Bunda. Pijat bayi bukan hanya untuk relaksasi, tapi juga obat stres.

Riset dari University of Warwick menganalisis 9 studi dan menemukan bahwa bayi yang menerima pijatan secara teratur cenderung lebih sedikit menangis, tidur lebih nyenyak, dan memiliki kadar hormon stres (kortisol) yang lebih rendah . Lakukan pijatan dengan minyak telon atau lotion setelah mandi, gerakan memutar di perut untuk membantu mengeluarkan gas.

5. Ajak “Ngobrol” dengan Ayunan Mikro (Jiggle)

Bukan ayunan besar, yang dibutuhkan bayi adalah gerakan kecil, cepat, dan gemetar (seperti di kursi mobil yang berjalan di jalan rusak). Dr. Harvey Karp menyebutnya “Jiggling” .

Gendong bayi lalu goyangkan kepala (dengan sangat lembut) seperti gerakan “menggeleng”, tidak lebih dari 1 inci maju mundur. Ini mengaktifkan “refleks penenang” di otak bayi .

6. Atasi Kolik: Sendawakan dan Posisi “Harimau”

Seringkali penyebab bayi rewel sepanjang hari adalah perut kembung atau kolik. Ciri-cirinya: bayi menarik kaki ke perut, mengepalkan tangan, dan menangis di waktu yang sama setiap harinya (biasanya sore/malam) .

Solusi:

  • Posisi “Tiger in the Tree” : Tengkurapkan bayi di lengan bawah Ayah/Bunda, dengan kepalanya di telapak tangan dan perutnya menekan lengan. Ini memberi tekanan lembut yang meredakan sakit perut .
  • Pastikan bayi bersendawa setelah menyusu.

7. Ciptakan Zona Nyaman: Redupkan Lampu

Bayi bisa dengan mudah kewalahan oleh rangsangan (overstimulation). Jika siang hari terlalu bising atau lampu terlalu terang, itu bisa menjadi sumber rewel.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) , mengurangi stimulus visual adalah langkah pertama untuk menenangkan sistem saraf bayi. Matikan TV, redupkan lampu, dan ajak bayi ke ruangan yang sepi .

8. Cek Suhu Tubuh: Jangan Sampai Kegerahan

Membedong atau menyelimuti memang baik, tapi pastikan bayi tidak kepanasan. Suhu tubuh yang terlalu panas membuat bayi frustrasi.

Sentuh bagian belakang leher bayi. Jika terasa berkeringat atau lengket, itu tandanya bayi kepanasan. Buka lapisan pakaian dan sesuaikan suhu AC .

9. Manjakan dengan Empeng (Pacifier)

Kebutuhan menghisap adalah refleks alami yang sangat kuat. Jika bayi sudah kenyang tapi masih rewel, empeng adalah penyelamat.

Berikan empeng setelah bayi berhasil tenang atau saat akan tidur. Ini tidak hanya menenangkan tetapi juga terbukti secara medis dapat menurunkan risiko SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak) menurut studi terkini.

10. Serahkan pada Ayah

Terkadang, jika bayi terlalu dekat dengan Bunda dan mencium bau ASI, ia akan semakin rewel karena “penasaran” mau nyusu. Inilah saatnya Ayah turun tangan.

Ayah memiliki dada yang bidang dan suara yang lebih berat. Gendong bayi dengan posisi “Kanguru” (kulit menyentuh kulit) di dada Ayah sambil berjalan santai. Seringkali, bayi justru lebih cepat tenang dengan Ayah karena tidak terganggu oleh aroma susu.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika semua cara sudah dicoba tapi bayi menangis histeris lebih dari 3 jam sehari, terjadi lebih dari 3 hari dalam seminggu (Aturan Wessel untuk Kolik), atau disertai demam, muntah, dan diare, segera periksakan ke dokter anak .

Sumber Referensi:

  1. Hello Sehat. Cara Menenangkan Bayi agar Rileks dan Nggak Gampang Rewel. (2025) 
  2. theAsianparent. *5 Tips Jitu Meredakan Tangisan Bayi – 5S dari Dr Harvey Karp*. 
  3. Republika. Bukan Dipeluk atau Digendong, Ini Jurus Paling Ampuh Redakan Tangisan Bayi. (2022) 
  4. University of Warwick. Research says massage may help infants sleep more, cry less and be less stressed. (2006) 
  5. HealthyChildren.org (AAP). Self-Soothing: Help Your Baby Learn This Life Skill. (2024) 

Bagikan :