Sunat atau khitan merupakan salah satu syariat penting dalam ajaran Islam. Tradisi ini telah dikenal sejak zaman Nabi Ibrahim AS dan terus menjadi bagian dari fitrah umat Muslim hingga hari ini. Pelaksanaan khitan, termasuk pada bayi, dipandang sebagai upaya menjaga kebersihan, kesehatan, sekaligus kesucian seorang Muslim sejak dini.
Daftar Isi
ToggleAsal Mula Sunat dalam Islam
Riwayat tentang sunat bermula dari Nabi Ibrahim AS. Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Nabi Ibrahim melaksanakan khitan di usia 80 tahun, sebagai bentuk ketaatan atas perintah langsung dari Allah SWT. Sejak saat itu, khitan menjadi simbol kepatuhan dan komitmen terhadap agama.
Selain dalam Islam, praktik khitan juga sudah dikenal di berbagai peradaban kuno, seperti bangsa Babilonia, Sumeria, dan Mesir ribuan tahun sebelum Masehi. Namun, Islam memberi makna khusus: khitan bukan hanya tradisi, tetapi juga ibadah yang diwariskan melalui sunnah Nabi Ibrahim dan dilanjutkan oleh Rasulullah SAW.
Khitan dalam Al-Qur’an dan Hadits
Al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk mengikuti ajaran Nabi Ibrahim yang lurus (hanif), sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nahl: 123. Khitan pun menjadi salah satu fitrah manusia yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW, bersama empat fitrah lainnya, sebagai tanda kesucian dan kebersihan.
Dengan demikian, khitan dipandang bukan hanya sebagai praktik medis, tetapi juga ibadah yang menyempurnakan fitrah seorang Muslim sejak masa bayi.
Hukum dan Tradisi Khitan Bayi
Mayoritas ulama sepakat bahwa khitan hukumnya wajib bagi laki-laki Muslim. Sunat bayi sangat dianjurkan karena prosesnya lebih mudah dan manfaat medisnya banyak, di antaranya:
- Mengurangi risiko infeksi saluran kemih,
- Menjaga kebersihan organ reproduksi sejak dini,
- Mendukung kesehatan jangka panjang.
Di era modern, layanan sunat bayi dilakukan dengan metode yang lebih aman, cepat, dan minim rasa sakit, sehingga bayi tetap nyaman dan orang tua lebih tenang.
Penyebaran Sunat dan Praktik di Nusantara
Pada masa Rasulullah SAW, khitan sudah menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan umat Islam. Di Nusantara, khitan telah diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari budaya Muslim. Kini, praktik tersebut terus berkembang dengan teknik medis modern yang menekankan keamanan dan kenyamanan anak.