Penyakit pada Penis: Jenis, Gejala, dan Kapan Perlu Diperiksa

Penyakit pada Penis: Jenis, Gejala, dan Kapan Perlu Diperiksa

Penyakit pada penis dapat berupa infeksi, peradangan, gangguan pada kulup, kelainan kulit, hingga kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Gejalanya juga beragam, mulai dari gatal, kemerahan, bengkak, nyeri saat buang air kecil, keluar cairan, luka, sampai perubahan bentuk atau warna kulit.

Ayah dan Bunda perlu mengetahui tanda-tanda tersebut, terutama jika terjadi pada anak. Tidak semua perubahan pada penis berarti penyakit serius, tetapi keluhan yang menetap atau semakin parah sebaiknya diperiksa oleh dokter.

Jenis Penyakit pada Penis yang Perlu Diketahui

Beberapa kondisi yang cukup sering ditemukan antara lain:

1. Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada kepala penis atau glans. Kondisi ini lebih sering terjadi pada laki-laki yang belum disunat dan dapat disebabkan oleh infeksi, kebersihan yang kurang baik, iritasi sabun atau bahan kimia, alergi, hingga kondisi tertentu seperti diabetes.

Gejalanya dapat berupa:

  • Penis atau kepala penis kemerahan
  • Gatal dan iritasi
  • Bengkak
  • Nyeri
  • Bau tidak sedap
  • Cairan atau kotoran di bawah kulup
  • Rasa perih saat buang air kecil

Balanitis biasanya dapat ditangani setelah penyebabnya diketahui. Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, Ayah dan Bunda sebaiknya tidak sembarangan menggunakan obat pada penis anak.

2. Fimosis

Fimosis adalah kondisi ketika kulup penis sulit atau tidak dapat ditarik ke belakang untuk membuka kepala penis.

Pada bayi dan anak kecil, kulup yang belum dapat ditarik sepenuhnya dapat merupakan kondisi fisiologis yang normal. Seiring bertambahnya usia, kulup biasanya menjadi lebih longgar secara alami. Fimosis menjadi masalah ketika menyebabkan keluhan seperti nyeri, infeksi berulang, gangguan buang air kecil atau terbentuk jaringan parut.

Gejala fimosis yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kulup sulit ditarik
  • Nyeri pada penis
  • Bengkak atau kemerahan
  • Pancaran urine melemah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kulup terasa semakin sempit
  • Infeksi atau peradangan berulang

Ayah dan Bunda tidak perlu memaksakan kulup anak untuk ditarik karena dapat menyebabkan luka dan jaringan parut.

3. Parafimosis

Berbeda dengan fimosis, parafimosis terjadi ketika kulup sudah ditarik ke belakang kepala penis tetapi tidak dapat dikembalikan ke posisi semula.

Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan dan mengganggu aliran darah ke penis. Karena itu, parafimosis termasuk kondisi yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Jika kepala penis membengkak setelah kulup tertarik dan kulup tidak dapat dikembalikan, jangan menunggu kondisi membaik sendiri. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan.

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih atau ISK juga dapat menimbulkan keluhan pada penis, terutama berupa rasa sakit atau perih ketika buang air kecil.

Pada anak, tanda lain dapat berupa sering buang air kecil, demam, urine berbau lebih kuat atau perubahan perilaku saat buang air kecil.

Jika anak mengalami keluhan buang air kecil yang tidak biasa, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui apakah penyebabnya benar-benar ISK atau kondisi lain.

5. Infeksi Menular Seksual

Pada remaja dan orang dewasa yang aktif secara seksual, beberapa infeksi menular seksual atau IMS dapat menyebabkan gejala pada penis.

WHO menyebutkan gejala yang dapat muncul antara lain cairan dari uretra, rasa terbakar ketika buang air kecil, luka atau bisul pada area genital dan benjolan tertentu. Namun, seseorang juga dapat mengalami IMS tanpa gejala yang jelas.

Karena itu, adanya gejala pada penis tidak cukup untuk menentukan jenis infeksi. Pemeriksaan dan tes medis dapat diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

6. Kelainan Kulit pada Penis

Tidak semua ruam, bercak atau rasa gatal pada penis disebabkan oleh infeksi. Kondisi kulit seperti eksim, psoriasis, lichen planus dan lichen sclerosus juga dapat memengaruhi penis atau kulup.

Keluhannya dapat berupa:

  • Kulit kering atau bersisik
  • Gatal
  • Kemerahan
  • Perubahan warna kulit
  • Luka atau iritasi
  • Kulit terasa menebal atau mengeras

Jika kelainan kulit tidak membaik setelah perawatan sederhana atau justru semakin luas, sebaiknya diperiksa dokter.

7. Kanker Penis

Kanker penis merupakan kondisi yang jarang, tetapi perubahan yang tidak biasa pada penis tetap perlu diperhatikan. Kanker penis dapat muncul sebagai perubahan pada kulit penis, terutama pada kepala penis atau kulup.

Beberapa tanda yang perlu diperiksa antara lain:

  • Benjolan atau pertumbuhan baru
  • Luka yang tidak kunjung sembuh
  • Perubahan warna kulit
  • Ruam yang menetap
  • Perdarahan
  • Cairan berbau dari penis atau bawah kulup
  • Kesulitan menarik kulup
  • Pembengkakan pada penis

Menurut American Cancer Society, sebagian besar perubahan tersebut memang lebih sering disebabkan kondisi lain dan bukan kanker. Namun, perubahan baru yang tidak normal tetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui.

Kapan Penis Perlu Diperiksa Dokter?

Ayah dan Bunda sebaiknya membawa anak untuk diperiksa apabila terdapat:

  • Nyeri pada penis yang tidak membaik
  • Penis atau kulup bengkak
  • Kemerahan yang menetap
  • Keluar cairan atau nanah
  • Bau yang tidak biasa
  • Luka atau benjolan
  • Darah dari penis
  • Nyeri atau kesulitan saat buang air kecil
  • Pancaran urine sangat lemah
  • Infeksi yang terjadi berulang
  • Kulup tidak dapat dikembalikan setelah ditarik ke belakang
  • Perubahan warna atau bentuk penis yang baru

Khusus ketika anak sulit atau tidak dapat buang air kecil, mengalami pembengkakan berat, nyeri hebat, demam atau kulup terjebak di belakang kepala penis, pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan segera. Fimosis yang disertai nyeri, tanda infeksi atau gangguan buang air kecil juga perlu mendapatkan penanganan medis.

Apakah Semua Keluhan Penis Harus Disunat?

Tidak semua penyakit atau keluhan pada penis otomatis membutuhkan sunat. Penanganannya bergantung pada penyebab dan kondisi pasien.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk menentukan apakah keluhan berkaitan dengan infeksi, peradangan, fimosis, kelainan kulit atau kondisi lainnya. Pada beberapa kasus, pengobatan atau perawatan tertentu sudah cukup, sedangkan kondisi tertentu dapat memerlukan tindakan lebih lanjut.

Jika keluhan berkaitan dengan kulup yang terlalu sempit atau terjadi peradangan berulang, dokter dapat mempertimbangkan berbagai pilihan penanganan sesuai kondisi pasien.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Penis?

Menjaga kebersihan penis merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi laki-laki.

Ayah dan Bunda dapat mengajarkan anak untuk:

  1. Membersihkan penis secara rutin dengan air.
  2. Menjaga area genital tetap kering.
  3. Mengganti pakaian dalam secara rutin.
  4. Tidak menggunakan sabun atau produk yang menyebabkan iritasi.
  5. Tidak memaksakan kulup untuk ditarik.
  6. Mengajarkan anak melapor jika merasa sakit, gatal atau perih ketika buang air kecil.
  7. Memeriksakan keluhan yang menetap kepada tenaga kesehatan.

Pada anak yang belum dapat menarik kulup secara alami, tidak perlu dipaksakan. Kulup pada anak memang dapat membutuhkan waktu untuk terpisah dan menjadi lebih mudah ditarik.

Baca juga: Masalah Kesehatan Penis yang Sering Terjadi dan Cara Menanganinya

Kesimpulan

Penyakit pada penis dapat berupa balanitis, fimosis, parafimosis, infeksi saluran kemih, infeksi menular seksual, kelainan kulit hingga kondisi yang lebih jarang seperti kanker penis.

Tanda seperti penis bengkak, nyeri, kemerahan, keluar cairan, luka, perubahan warna, gangguan buang air kecil atau perubahan pada kulup sebaiknya tidak diabaikan. Tidak semua gejala menunjukkan penyakit serius, tetapi pemeriksaan dokter penting untuk mengetahui penyebab yang tepat.

Bagi Ayah dan Bunda, hal terpenting adalah tidak mendiagnosis sendiri dan tidak memaksakan perawatan pada penis anak. Jika muncul keluhan yang menetap, berulang atau semakin berat, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagikan :