Menunda Sunat Anak Bisa Jadi Berbahaya Untuk Anak

FOTO artikel-03

Menunda Sunat Anak Bisa Jadi Berbahaya Untuk Anak

Dr. Rahmat Febrian

Menunda sunat anak bisa membawa berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik dan psikologisnya. Sunat bukan hanya tradisi, tetapi juga tindakan medis yang penting untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi pada organ genital anak.

 

Risiko Kesehatan

Anak laki-laki yang belum disunat berisiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih (ISK)karena kotoran dan bakteri dapat menumpuk di bawah kulup yang sulit dibersihkan. Kondisi anak dengan ISK biasanya memiliki gejala sepertim demam serta nyeri saat buang air kecil.

 

Selain itu, anak belum sunat berpotensi mengalami fimosis (kulup tidak bisa ditarik ke belakang) dan parafimosis (kulup tidak bisa dikembalikan setelah ditarik), yang keduanya bisa menimbulkan nyeri, pembengkakan, dan risiko infeksi serius. Kondisi ini umum terjadi pada anak yang belum disunat dalam waktu lama.

Gangguan Kebersihan dan Kenyamanan

Kulup yang menutup kepala penis mempersulit pembersihan sempurna, sehingga meningkatkan risiko penumpukan smegma, yaitu campuran sel kulit mati dan sisa urin. Penumpukan ini dapat menyebabkan bau tidak sedap, iritasi kulit, dan rasa tidak nyaman.

Dampak Psikologis

Anak yang disunat di usia lebih besar sering mengalami ketakutan dan trauma karena sudah memahami rasa sakit serta memiliki pengalaman sosial tentang sunat dari teman-temannya. Kondisi ini dapat membuat anak menolak keras ketika waktunya disunat dan menghambat proses penyembuhan akibat stres dan pergerakan berlebihan.

Hambatan Sosial dan Aktivitas

Menunda sunat hingga usia sekolah bisa memunculkan rasa malu sosial ketika anak merasa berbeda dari teman-temannya. Selain itu, masa pemulihan pascasunat bisa mengganggu kegiatan sekolah dan bermain lebih lama karena anak lebih aktif serta sulit menjaga luka tetap bersih.

Waktu Terbaik untuk Sunat

Dokter dan psikolog anak umumnya menyarankan khitan dilakukan sejak bayi atau usia dini, ketika anak belum memiliki kesadaran penuh terhadap nyeri. Proses pemulihan pada usia ini lebih cepat, risiko infeksi lebih rendah, dan anak lebih mudah dikendalikan selama perawatan.

Menunda sunat tampak sepele, tetapi dampaknya dapat berkembang menjadi masalah medis jangka panjang. Karena itu, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu dan metode sunat yang paling aman bagi anak.

Bagikan :