Ciri Penis Sehat yang Perlu Diperhatikan dan Kapan Harus Berkonsultasi

Ciri Penis Sehat yang Perlu Diperhatikan dan Kapan Harus Berkonsultasi

Kesehatan penis merupakan bagian dari kesehatan reproduksi pria yang perlu diperhatikan, baik pada anak maupun orang dewasa. Ayah dan Bunda sebaiknya mengenali kondisi normal pada penis agar lebih mudah mengetahui jika muncul perubahan yang tidak biasa.

Penis yang sehat tidak hanya dilihat dari bentuknya, tetapi juga dari kondisi kulit, kebersihan, kemampuan buang air kecil, serta ada atau tidaknya rasa sakit, luka, bengkak dan cairan yang tidak normal.

Ciri Penis Sehat yang Perlu Diperhatikan

Berikut beberapa kondisi yang umumnya menunjukkan penis dalam keadaan sehat.

1. Tidak Ada Luka, Benjolan atau Perubahan Kulit yang Mencurigakan

Kulit penis pada dasarnya memiliki warna dan tekstur yang bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya. Perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan.

Yang perlu diperhatikan adalah munculnya perubahan baru, seperti:

  • Benjolan yang sebelumnya tidak ada
  • Luka atau sariawan pada kulit penis
  • Ruam yang menetap
  • Perubahan warna kulit secara tiba-tiba
  • Kulit menebal atau muncul bercak yang tidak biasa
  • Pertumbuhan seperti kutil

Perubahan tersebut tidak otomatis berarti penyakit serius. Infeksi, iritasi, peradangan dan kondisi kulit tertentu juga dapat menimbulkan gejala yang sama. Namun, perubahan yang menetap sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis. American Cancer Society juga menyarankan pemeriksaan jika terdapat perubahan baru pada penis, termasuk luka, benjolan, bercak atau perubahan kulit yang tidak membaik.

2. Tidak Terasa Nyeri atau Terbakar Saat Buang Air Kecil

Buang air kecil seharusnya tidak menimbulkan rasa terbakar atau nyeri pada penis.

Jika muncul rasa sakit ketika buang air kecil, penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi saluran kemih, peradangan pada penis, hingga infeksi menular seksual pada orang yang aktif secara seksual.

Pada anak, Ayah dan Bunda juga perlu memperhatikan jika ananda tiba-tiba mengeluh sakit saat buang air kecil, menahan kencing, atau menangis ketika buang air kecil. Keluhan tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele jika terus berulang.

3. Tidak Ada Cairan atau Nanah yang Keluar dari Penis

Pada kondisi normal, penis tidak mengeluarkan cairan seperti nanah atau cairan berbau tidak biasa.

Cairan dari penis, terutama jika disertai rasa terbakar saat buang air kecil, luka, gatal atau nyeri, dapat menjadi tanda adanya infeksi. Pada orang yang aktif secara seksual, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan infeksi menular seksual seperti gonore atau klamidia.

Jika Ayah atau anak mengalami kondisi seperti ini, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya, bukan hanya mencoba mengobatinya sendiri.

4. Tidak Ada Bengkak atau Kemerahan Berlebihan

Kemerahan ringan akibat gesekan atau iritasi sementara bisa saja terjadi. Namun, penis yang terus-menerus merah, bengkak, terasa panas, gatal atau sakit perlu diperhatikan.

Peradangan pada kepala penis atau balanitis, misalnya, dapat menyebabkan kemerahan, gatal, rasa terbakar, perubahan warna kulit dan terkadang keluarnya cairan.

Pada anak yang belum disunat, perhatikan juga kondisi kulit penutup kepala penis atau kulup. Jangan menarik kulup secara paksa karena kemampuan kulup untuk ditarik memang berbeda sesuai usia dan perkembangan anak.

5. Buang Air Kecil Berjalan Normal

Aliran urine yang normal menjadi salah satu hal penting dalam kesehatan penis dan saluran kemih.

Ayah dan Bunda perlu memperhatikan apabila anak mengalami:

  • Aliran urine sangat lemah
  • Urine keluar menetes terus setelah buang air kecil
  • Sulit memulai buang air kecil
  • Sering mengejan saat buang air kecil
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Penis atau kulup membengkak saat buang air kecil

Jika kondisi tersebut terjadi berulang, sebaiknya ananda diperiksa oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya.

6. Tidak Ada Kelainan Bentuk yang Baru Muncul dan Menimbulkan Keluhan

Bentuk penis setiap pria tidak selalu sama. Sedikit lengkungan dapat merupakan variasi normal.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan bentuk yang baru muncul, semakin berat, menyebabkan rasa sakit atau mengganggu fungsi seksual. Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan penis melengkung dan terasa sakit saat ereksi adalah penyakit Peyronie.

Jadi, Ayah tidak perlu panik hanya karena bentuk penis tidak sepenuhnya lurus. Yang lebih penting adalah apakah terdapat perubahan atau keluhan yang mengganggu.

Cara Menjaga Kesehatan Penis

Menjaga kesehatan penis sebenarnya tidak rumit. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Membersihkan area penis secara teratur.
  2. Menjaga area genital tetap bersih dan kering.
  3. Menghindari penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi.
  4. Tidak memaksakan kulup untuk ditarik, terutama pada anak.
  5. Menggunakan pakaian dalam yang bersih dan tidak terlalu ketat.
  6. Menjaga kebiasaan hidup sehat, termasuk aktivitas fisik dan pola makan yang baik.
  7. Menghindari perilaku seksual berisiko dan menggunakan perlindungan saat berhubungan seksual.
  8. Tidak mengabaikan perubahan pada penis yang menetap atau semakin parah.

Mayo Clinic menekankan bahwa kesehatan penis tidak hanya berkaitan dengan ereksi, tetapi juga dapat berhubungan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Masalah pada penis terkadang menjadi tanda adanya kondisi medis lain sehingga pemeriksaan diperlukan jika keluhan berlangsung atau berubah.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Ayah dan Bunda sebaiknya membawa ananda berkonsultasi jika terdapat perubahan pada penis yang tidak biasa atau keluhan yang terus berulang.

Beberapa kondisi yang perlu diperiksakan antara lain:

  • Nyeri pada penis
  • Penis membengkak
  • Kemerahan yang tidak membaik
  • Luka atau sariawan pada penis
  • Benjolan atau kutil
  • Keluar cairan atau nanah
  • Darah pada urine
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Kesulitan buang air kecil
  • Perubahan bentuk penis yang menimbulkan nyeri
  • Perubahan kulit yang tidak kunjung membaik

Pada pria dewasa, perubahan fungsi seksual yang menetap, masalah ereksi, perubahan ejakulasi atau nyeri saat aktivitas seksual juga sebaiknya dikonsultasikan. Mayo Clinic menyarankan pemeriksaan medis jika terdapat perdarahan saat buang air kecil atau ejakulasi, cairan dari penis, luka atau ruam, perubahan bentuk yang menyebabkan nyeri, maupun nyeri berat setelah cedera pada penis.

Baca juga: Penis Sehat: Ciri-Ciri yang Perlu Diketahui Pria

Jangan Menunggu Sampai Keluhan Menjadi Berat

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu terlalu lama karena merasa malu atau menganggap keluhan pada penis akan hilang sendiri.

Padahal, tidak semua perubahan pada penis berarti penyakit serius. Banyak kondisi justru lebih mudah ditangani ketika penyebabnya diketahui lebih awal.

American Cancer Society juga menjelaskan bahwa perubahan pada penis seperti luka, benjolan, bercak, pertumbuhan kulit atau pembengkakan tidak selalu berarti kanker. Namun, perubahan tersebut tetap perlu diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.

Karena itu, Ayah tidak perlu merasa malu untuk berkonsultasi. Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan

Bagikan :