Khitan atau sunat masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian anak. Banyak anak membayangkan sunat itu sakit, menyeramkan, dan membuat mereka tidak nyaman. Tidak heran jika Ayah dan Bunda sering kesulitan membujuk si kecil agar mau menjalani sunat.
Padahal, dengan pendekatan yang tepat, anak bisa lebih tenang dan berani menghadapi proses khitan. Bahkan setelah sunat, banyak anak menjadi lebih percaya diri karena merasa lebih sehat dan lebih “besar” seperti teman-temannya.
Daftar Isi
ToggleKenapa Anak Takut Sunat?
Rasa takut biasanya muncul karena anak mendengar cerita dari teman, melihat video yang menyeramkan, atau membayangkan prosedur medis yang menyakitkan. Anak juga sering menganggap dokter identik dengan suntikan dan operasi.
Karena itu, penting bagi Ayah dan Bunda untuk menjelaskan sunat dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Hindari menakut-nakuti anak atau memaksa secara berlebihan.
Cara Membujuk Anak Agar Berani Sunat
1. Jelaskan Manfaat Sunat dengan Sederhana
Anak lebih mudah menerima sesuatu jika tahu manfaatnya. Ayah dan Bunda bisa menjelaskan bahwa sunat membantu menjaga kebersihan tubuh dan membuat anak lebih sehat.
Gunakan bahasa sederhana seperti:
“Kalau sunat, badan jadi lebih bersih dan nyaman.”
Penjelasan yang tenang membuat anak merasa lebih aman.
2. Hindari Cerita yang Menakutkan
Jangan menceritakan pengalaman sunat yang menyakitkan di depan anak. Hindari juga bercanda berlebihan tentang rasa sakit karena justru membuat anak semakin takut.
Sebaliknya, berikan gambaran positif bahwa proses sunat sekarang sudah modern dan cepat.
3. Gunakan Pendekatan yang Anak Sukai
Setiap anak punya hal favorit. Ada yang suka mobil-mobilan, superhero, game, atau makanan tertentu. Ayah dan Bunda bisa menggunakan hal tersebut untuk membuat suasana lebih santai.
Misalnya, ajak anak memilih mainan favorit sebelum sunat atau ceritakan bahwa dokter akan menjadi “superhero” yang membantu anak menjadi lebih hebat dan berani.
Pendekatan seperti ini biasanya membuat anak lebih rileks.
4. Berikan Reward Setelah Sunat
Memberikan hadiah setelah sunat bisa menjadi bentuk apresiasi atas keberanian anak. Tidak harus mahal, yang penting sesuai dengan hal yang anak sukai.
Reward bisa berupa:
- Mainan favorit
- Buku cerita
- LEGO
- Jalan-jalan singkat
- Makanan kesukaan anak
Dengan adanya hadiah, anak biasanya lebih semangat menjalani proses khitan.
5. Pilih Klinik Sunat yang Ramah Anak
Lingkungan yang nyaman sangat membantu mengurangi rasa takut anak. Klinik dengan suasana ceria dan dokter yang komunikatif biasanya membuat anak lebih tenang saat tindakan dilakukan.
Salah satu klinik yang banyak dipilih orang tua adalah Alfatih Sunat Center. Klinik ini dikenal menggunakan metode khitan modern dengan suasana yang nyaman untuk anak. Pendekatan dokter yang ramah juga membantu anak merasa lebih santai selama proses sunat berlangsung.
6. Dampingi Anak Sebelum dan Sesudah Sunat
Kehadiran Ayah dan Bunda sangat penting. Anak akan merasa lebih aman saat didampingi orang tua.
Sebelum sunat:
- Ajak anak ngobrol santai
- Hindari menunjukkan rasa panik
- Berikan semangat
Sesudah sunat:
- Berikan pujian
- Dampingi saat istirahat
- Pastikan anak nyaman
Kalimat sederhana seperti “Ayah dan Bunda bangga karena kamu berani” bisa membuat anak lebih percaya diri.
Manfaat Sunat untuk Anak
Selain alasan agama dan budaya, khitan juga memiliki manfaat kesehatan, seperti:
- Menjaga kebersihan organ intim
- Mengurangi risiko infeksi
- Membuat anak lebih nyaman
- Membantu anak belajar menjaga kebersihan diri
Banyak anak juga merasa lebih percaya diri setelah sunat karena sudah mengikuti tahap penting seperti teman-teman seusianya.
Kesimpulan
Membujuk anak agar berani sunat memang membutuhkan kesabaran. Namun dengan komunikasi yang baik, suasana yang nyaman, dan dukungan penuh dari Ayah dan Bunda, anak bisa menjalani khitan tanpa trauma.
Yang terpenting, jangan membuat sunat menjadi sesuatu yang menakutkan. Jadikan pengalaman ini sebagai momen positif agar anak merasa lebih berani, sehat, dan percaya diri.




