Menjaga kebersihan penis anak tidak perlu dilakukan dengan cara yang rumit. Yang paling penting adalah membersihkan area genital secara rutin, menggunakan air bersih, dan tidak memaksakan kulit kulup untuk ditarik.
Bagi Ayah dan Bunda, cara membersihkan penis anak juga perlu disesuaikan dengan apakah anak sudah disunat atau belum.
Daftar Isi
ToggleCara Membersihkan Penis Anak yang Belum Disunat
Pada bayi dan anak yang belum disunat, kulit kulup atau foreskin masih menutupi kepala penis. Kondisi ini normal dan kulit kulup memang belum tentu bisa ditarik ke belakang sepenuhnya.
Jangan memaksa menarik kulit kulup.
Jika kulup belum dapat ditarik secara alami, Ayah dan Bunda cukup membersihkan bagian luar penis menggunakan air bersih. Tidak perlu menggunakan cotton bud, antiseptik, atau mencoba membersihkan bagian dalam kulup secara paksa. Menarik kulup sebelum waktunya dapat menyebabkan nyeri, luka, perdarahan, bahkan robekan kulit.
Ketika kulup sudah dapat ditarik dengan mudah secara alami, anak dapat mulai diajarkan untuk:
- Menarik kulup secara perlahan tanpa paksaan.
- Membilas bagian kepala penis dengan air hangat.
- Membersihkan bagian dalam lipatan kulup secara lembut.
- Mengembalikan kulup ke posisi semula setelah selesai dibersihkan.
- Mengeringkan area penis dengan lembut.
Mengembalikan kulup ke posisi semula penting dilakukan setelah dibersihkan. Jangan membiarkan kulup tertarik ke belakang terlalu lama karena dapat menimbulkan masalah jika tidak dapat kembali ke posisi semula.
Bagaimana Jika Ada Kotoran Putih di Balik Kulup?
Ayah dan Bunda mungkin pernah melihat butiran atau lapisan putih kekuningan di sekitar kepala penis anak. Tidak semuanya berarti kotoran atau infeksi.
Salah satunya adalah smegma, yaitu kumpulan sel kulit mati, minyak, dan cairan alami yang dapat terkumpul di bawah kulup. Smegma dapat terlihat seperti butiran putih atau pasta berwarna putih kekuningan.
Jika kulup sudah dapat ditarik dengan mudah, area tersebut dapat dibilas perlahan menggunakan air. Tidak perlu dikorek atau digosok keras.
Cara Membersihkan Penis Anak yang Sudah Disunat
Pada anak yang sudah disunat, perawatan sehari-hari relatif sederhana. Penis dapat dibersihkan bersama area tubuh lainnya ketika mandi.
Gunakan air bersih dan bersihkan dengan lembut. Setelah itu, keringkan menggunakan handuk yang bersih.
Jika terdapat sisa kulit di sekitar kepala penis, bagian tersebut juga perlu diperhatikan agar tidak menjadi tempat menumpuknya kotoran.
Untuk anak yang baru menjalani sunat, ikuti petunjuk perawatan dari dokter atau tenaga medis yang melakukan tindakan. Perawatan luka setelah sunat bisa berbeda tergantung teknik yang digunakan dan kondisi anak.
Tidak Perlu Menggunakan Sabun atau Antiseptik Berlebihan
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah menganggap semakin banyak sabun atau antiseptik berarti semakin bersih.
Padahal, kulit penis anak cukup sensitif. Sabun, shower gel, bubble bath, maupun produk tertentu dapat menyebabkan iritasi pada kulit penis.
Untuk kebersihan sehari-hari, air bersih sudah cukup untuk membersihkan penis anak. Jika menggunakan sabun pada area sekitarnya, pilih yang lembut dan pastikan tidak ada sisa sabun yang tertinggal. NHS juga menyarankan untuk tidak menggunakan sabun atau shower gel langsung pada penis ketika mengalami atau berisiko mengalami iritasi.
Ajarkan Anak Membersihkan Penisnya Sendiri
Seiring bertambahnya usia, Ayah dan Bunda sebaiknya mulai mengajarkan anak mengenai kebersihan organ tubuhnya sendiri.
Ajarkan secara sederhana, misalnya:
- Membersihkan penis saat mandi.
- Membilas dengan air bersih.
- Tidak menarik kulup secara paksa.
- Mengembalikan kulup setelah ditarik saat membersihkan.
- Mengeringkan area genital setelah mandi.
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh area genital.
Kebiasaan ini penting supaya anak perlahan bisa bertanggung jawab terhadap kebersihan dirinya sendiri.
Perhatikan Kebersihan Saat Anak Masih Menggunakan Popok
Untuk bayi atau balita yang masih menggunakan popok, area genital perlu dijaga tetap bersih dan tidak terlalu lama dalam kondisi basah.
Ganti popok secara berkala, terutama setelah anak buang air besar. Saat membersihkan penis, lakukan dengan lembut dan pastikan tidak ada sisa kotoran yang menempel.
WHO juga memberikan anjuran kebersihan anak yang mencakup penggantian popok secara teratur dan menjaga area popok tetap bersih. Untuk anak laki-laki, area genital dapat dibilas secara lembut menggunakan air.
Kapan Penis Anak Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Kebersihan yang kurang baik bukan satu-satunya penyebab masalah pada penis anak. Karena itu, Ayah dan Bunda perlu memperhatikan perubahan yang tidak biasa.
Segera konsultasikan kepada dokter jika anak mengalami:
- Penis tampak merah dan bengkak.
- Anak merasa sakit ketika buang air kecil.
- Aliran urine sangat lemah atau hanya menetes.
- Keluar cairan yang tidak biasa dari penis.
- Muncul luka atau iritasi yang tidak membaik.
- Anak mengalami demam disertai masalah pada penis.
- Kulup tertarik ke belakang dan tidak dapat dikembalikan ke posisi semula.
Pada anak dengan kulup yang masih melekat atau belum dapat ditarik, jangan mencoba mengatasinya dengan menarik secara paksa. Pemeriksaan dokter diperlukan jika Ayah dan Bunda merasa ada masalah.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Ayah dan Bunda
Beberapa kebiasaan justru dapat membuat penis anak mengalami iritasi, antara lain:
Memaksa menarik kulup.
Ini merupakan hal yang paling penting untuk dihindari pada anak yang belum dapat menarik kulup secara alami.
Membersihkan dengan antiseptik tanpa kebutuhan medis.
Tidak semua penis anak membutuhkan antiseptik untuk perawatan sehari-hari.
Menggosok terlalu kuat.
Kulit area genital sensitif sehingga cukup dibersihkan secara lembut.
Menggunakan terlalu banyak produk pewangi.
Sabun, bubble bath, atau produk beraroma tertentu dapat menyebabkan iritasi pada sebagian anak.
Baca juga: Kesehatan Reproduksi Anak Laki-Laki: Panduan untuk Ayah dan Bunda
Kesimpulan
Cara menjaga kebersihan penis anak sebenarnya sederhana: bersihkan secara rutin, gunakan air bersih, jangan memaksa kulup ditarik, dan hindari penggunaan produk yang dapat menyebabkan iritasi.
Untuk anak yang belum disunat, kulup tidak perlu ditarik jika memang belum dapat bergerak secara alami. Setelah kulup dapat ditarik dengan mudah, anak dapat diajarkan membersihkan bagian bawah kulup dan mengembalikannya ke posisi semula.
Sementara untuk anak yang sudah disunat, kebersihan penis dapat dilakukan seperti membersihkan bagian tubuh lainnya. Jika muncul kemerahan, bengkak, nyeri saat buang air kecil, perdarahan, atau tanda lain yang tidak biasa, Ayah dan Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Referensi dan Sumber
- American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org) — Care for an Uncircumcised Penis: What Parents Need to Know, diperbarui 3 Juni 2024.
- American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org) — How to Care for Your Baby’s Penis.
- American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org) — Circumcision: A Parent’s Choice, diperbarui 10 Oktober 2025.
- NHS — Balanitis, panduan mengenai kebersihan dan iritasi penis pada anak.
- World Health Organization (WHO) — Component 3: Counselling on care for hygiene, mengenai kebersihan anak dan area popok.
- American Academy of Pediatrics (HealthyChildren.org) — Penile Adhesions & Skin Bridges in Children.




