5 Permainan Seru untuk Si Kecil Bersama Sang Ayah

5 Permainan Seru untuk Si Kecil Bersama Sang Ayah

Kesibukan Ayah terkadang membuat waktu bermain bersama si kecil jadi terbatas. Padahal, tidak perlu menunggu akhir pekan atau pergi ke tempat mahal untuk menciptakan momen menyenangkan. Bermain sederhana di rumah pun bisa menjadi waktu berkualitas yang membantu mempererat hubungan Ayah dan anak.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bermain bersama orang tua dapat mendukung perkembangan sosial-emosional, kemampuan bahasa, kognitif, hingga keterampilan mengendalikan diri anak. Bermain juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih memahami cara anak melihat dunia.

Lalu, permainan apa saja yang bisa dilakukan Ayah bersama si kecil? Berikut beberapa ide yang mudah dicoba.

1. Petak Umpet

Permainan klasik ini hampir selalu berhasil membuat anak tertawa. Ayah bisa mengajak si kecil bermain petak umpet di dalam rumah atau halaman, tentunya dengan memastikan tempat bermain aman.

Untuk anak yang masih kecil, Ayah bisa membuat versi sederhana seperti bersembunyi di balik pintu atau sofa kemudian muncul sambil berkata, “Hayo, Ayah di mana?”

Selain menyenangkan, permainan mencari dan menemukan membantu anak belajar memperhatikan lingkungan, mengingat posisi benda dan memahami konsep keberadaan benda meskipun tidak terlihat.

2. Balap Bola

Siapkan beberapa bola kecil atau benda yang aman untuk dimainkan. Buat garis awal dan garis akhir, kemudian ajak si kecil berlomba mendorong bola sampai tujuan.

Ayah tidak harus selalu menang. Sesekali biarkan si kecil menjadi juara, lalu rayakan bersama dengan tepuk tangan atau tos.

Permainan menggunakan bola juga dapat mendorong anak bergerak aktif sekaligus melatih koordinasi tubuh. AAP menyebut permainan fisik dengan bola dapat mendukung perkembangan motorik kasar dan interaksi sosial.

3. Membangun Benteng dari Bantal

Tidak punya mainan khusus? Bantal, selimut dan kursi di rumah sudah cukup.

Ayah dan si kecil bisa membuat “markas rahasia” dari bantal dan selimut. Setelah selesai, gunakan tempat tersebut untuk membaca buku, bermain pura-pura atau sekadar mengobrol.

Permainan seperti ini memberikan ruang bagi anak untuk menggunakan imajinasi. Harvard Center on the Developing Child juga menjelaskan bahwa aktivitas bermain membantu anak melatih perhatian, memori kerja dan kemampuan mengendalikan diri.

4. Tebak Suara

Permainan ini sederhana dan tidak membutuhkan banyak perlengkapan.

Ayah dapat membuat suara hewan, kendaraan atau benda tertentu. Kemudian minta si kecil menebak suara tersebut. Setelah beberapa kali, gantian biarkan anak membuat suara dan Ayah yang menebak.

Agar lebih seru, Ayah bisa menggunakan ekspresi wajah dan gerakan tubuh saat bermain. Jangan terlalu fokus pada benar atau salah, yang penting anak merasa didengarkan dan menikmati permainan.

Interaksi dua arah seperti ini juga dapat membantu memperkaya komunikasi antara orang tua dan anak. Bermain bersama memberi kesempatan bagi anak untuk belajar melalui percakapan, respons dan pergantian giliran.

5. Misi Berburu Harta Karun

Ini cocok dimainkan saat Ayah ingin membuat permainan yang sedikit lebih menantang.

Sembunyikan benda sederhana, misalnya mainan favorit si kecil. Kemudian berikan beberapa petunjuk seperti “coba cari di tempat yang biasanya dipakai untuk duduk”.

Untuk anak yang lebih besar, Ayah bisa membuat beberapa petunjuk secara berurutan sampai akhirnya menemukan “harta karun”.

Permainan mencari benda dapat menjadi aktivitas yang melatih kemampuan memecahkan masalah sekaligus membuat anak aktif bergerak. Yang menarik, perlengkapannya tidak harus mahal. UNICEF dan AAP sama-sama menekankan bahwa permainan sederhana dapat menjadi sarana belajar yang bermakna ketika orang tua ikut terlibat.

Baca Juga: Pentingnya Keterlibatan Ayah dalam Proses Tumbuh Kembang Anak

Yang Penting Bukan Mainannya, tetapi Kehadiran Ayah

Ayah tidak harus menyediakan mainan mahal untuk membuat anak bahagia. Yang sering kali paling berarti justru perhatian, komunikasi dan kesediaan Ayah untuk benar-benar ikut bermain.

UNICEF menyebut bermain bersama dapat memperkuat hubungan anak dengan orang tua dan mendukung perkembangan keterampilan motorik, kognitif, sosial dan emosional.

Karena itu, Bunda juga bisa ikut memberikan ruang agar Ayah memiliki waktu khusus bersama si kecil. Tidak perlu lama, beberapa menit bermain tanpa terdistraksi ponsel pun bisa menjadi momen yang sangat berarti.

Pada akhirnya, masa kecil anak berjalan cepat. Jadi, ketika ada kesempatan, yuk luangkan waktu untuk bermain bersama. Bukan hanya anak yang mendapatkan pengalaman menyenangkan, Ayah pun bisa memiliki kenangan kecil yang akan terus diingat bersama si kecil.

Bagikan :